Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ngawi terus diperkuat melalui pengembangan dan penerapan inovasi di tingkat desa. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Ngawi melalui Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) mengikuti kegiatan Monitoring Bersama dan Penguatan Pelaksanaan Desa Model di Kecamatan Bringin, Rabu (26/8/2026).
Monitoring yang dilaksanakan di Kecamatan Bringin dengan lokus Desa Bendo dan Desa Krompol, untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan inovasi serta praktik baik yang telah dikembangkan dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Salah satu inovasi yang diterapkan di kedua desa tersebut adalah pemberian paket bantuan ayam kampung kepada masyarakat yang berisiko stunting. Program ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga, khususnya melalui pemanfaatan telur ayam kampung sebagai sumber protein hewani.
Selain memantau pelaksanaan program, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan memastikan praktik baik di lokus tersebut agar dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan monitoring melibatkan berbagai unsur lintas sektor, di antaranya DP3AKB, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan dan Peternakan, pemerintah desa, Puskesmas, Tim Penggerak PKK, PLKB, serta bidan desa.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan upaya penanganan stunting tidak hanya dilakukan melalui satu program, tetapi melalui intervensi yang terintegrasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui penguatan Desa Model, Pemerintah Kabupaten Ngawi mendorong agar inovasi dan praktik baik yang telah terbukti di tingkat desa dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Ngawi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.

