Bapperida Ngawi Hadiri Diskusi Lintas Sektor WNPG XII di Surabaya, Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan dan Gizi

Surabaya – Bapperida Kabupaten Ngawi melalui Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam menghadiri Diskusi Lintas Sektor Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XII yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas di Hotel Mövenpick Surabaya.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas isu pangan dan gizi sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung pembangunan pangan dan gizi di tingkat nasional. Acara dibuka oleh Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dari sejumlah narasumber, antara lain perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Garda Pangan.

Diskusi tersebut turut diikuti oleh perwakilan Bappeda kabupaten/kota, Dinas Ketahanan Pangan, instansi vertikal pemerintah pusat, perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta organisasi nonpemerintah. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat memperkaya perspektif dan menghasilkan masukan yang lebih konkret dalam merumuskan kebijakan pangan dan gizi.

Forum lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan mengakselerasi pembangunan gizi nasional melalui rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah. Pembahasan mencakup penguatan ketersediaan pangan, produksi dan keterjangkauan pangan serta gizi, konsumsi pangan, hingga tata kelola dan kelembagaan pangan dan gizi yang berkelanjutan, inklusif, berbasis kemandirian, serta memperhatikan kearifan lokal.

Fokus Pangan Lokal dan Food Loss and Waste

Dalam pelaksanaan diskusi WNPG XII di Jawa Timur, terdapat dua fokus utama yang menjadi perhatian. Pertama, produksi dan ketersediaan pangan lokal, termasuk penerapan metode pertanian yang berkelanjutan. Kedua, kelembagaan dan tata kelola pangan dan gizi, khususnya terkait isu food loss and waste (FLW) atau kehilangan dan pemborosan pangan.

Pembahasan mengenai pangan lokal menjadi penting karena penguatan produksi pangan berbasis potensi daerah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan pangan, tetapi juga dapat mendukung kemandirian pangan dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal. Sementara itu, pengelolaan food loss and waste menjadi bagian penting dalam mewujudkan sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antarpemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, praktisi, dunia usaha, dan organisasi nonpemerintah. Masukan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi bahan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi dan potensi masing-masing daerah.

Diskusi lintas sektor WNPG XII di Jawa Timur juga menjadi salah satu rangkaian dalam memperkuat transformasi sistem pangan dan gizi nasional yang inklusif, aman, dan berkelanjutan. Kolaborasi serta pertukaran pengetahuan antara pemerintah, pakar, dan praktisi diharapkan dapat memperkaya arah kebijakan nasional sekaligus mendukung pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045.

Scroll to Top