Ngawi Punya Cara Jitu untuk Antisipasi Risiko: Kenalan dengan SADARI!

Kabupaten Ngawi semakin serius membangun budaya untuk sadar risiko, salah satu gebrakan yang dihadirkan oleh Inspektorat Kabupaten Ngawi adalah inovasi ‘SADARI’ atau Sadar Risiko Mandiri. Inovasi ini lahir dari kebutuhan semua perangkat daerah dan masyarakat agar mempunyai  kemampuan untuk memetakan, memahami, dan mengantisipasi risiko yang bisa menghambat program pembangunan. Berbagai kegiatan, entah itu program pemerintah, pembangunan infrastruktur, atau layanan publik pasti punya tantangan dan potensi hambatan. Sadari hadir sebagai solusi yang membimbing setiap pihak untuk tidak sekadar bereaksi saat masalah muncul, tetapi juga memprediksi dan mencegahnya sejak awal. Ibaratnya, bukan cuma menyiapkan payung sebelum hujan, tapi juga memantau langit dan membaca arah angin supaya tahu kapan harus siap-siap.

Menariknya, SADARI ini tidak sekadar menjadi dokumen atau aturan di atas kertas saja. Sistemnya telah dirancang agar mudah dipahami, bahkan oleh mereka yang belum terbiasa dengan istilah teknis pengelolaan risiko. Melalui SADARI, setiap instansi atau unit kerja bisa membuat daftar risiko yang mungkin terjadi dalam program mereka, lalu memberi skor atau tingkat prioritas pada setiap risiko itu. Misalnya, jika ada proyek pembangunan jembatan, SADARI dapat membantu tim mengidentifikasi risiko keterlambatan material, masalah cuaca, atau kendala anggaran, kemudian memikirkan langkah mitigasinya. Semua itu dilakukan dengan metode yang sistematis, namun tetap praktis. Hasilnya pemerintah daerah dapat lebih sigap, program berjalan lebih lancar, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan tanpa terganggu hambatan yang sebenarnya bisa dicegah.

Selain bermanfaat untuk pemerintah, SADARI juga mendorong partisipasi aktif masyarakat. Pada pelaksanaannya, warga bisa diajak memberi masukan terkait risiko yang mereka lihat di lapangan. Misalnya, jika ada proyek yang berisiko mengganggu akses jalan warga atau mengancam lingkungan, masyarakat bisa menginformasikan lebih awal sehingga tim pelaksana bisa menyesuaikan rencana. Pendekatan ini bikin hubungan pemerintah dan masyarakat jadi lebih transparan dan kolaboratif. Bayangkan saja, kalau setiap warga merasa punya peran dalam menjaga kelancaran pembangunan, maka budaya gotong royong modern akan terbentuk secara alami. Tidak hanya itu, SADARI juga memanfaatkan teknologi informasi untuk memudahkan pelaporan dan pemantauan risiko, sehingga proses identifikasi dan penanganannya jadi lebih cepat dan tepat sasaran.

SADARI adalah bukti bahwa pengelolaan risiko tidak harus rumit dan membosankan. Justru dengan kemasan yang sederhana, transparan, dan melibatkan semua pihak, SADARI dapat menjadi senjata ampuh untuk menjaga agar setiap program pembangunan di Ngawi berjalan mulus. Hal ini bukan hanya menghindari kerugian, tetapi juga dapat memastikan setiap rupiah anggaran bekerja maksimal untuk kesejahteraan masyarakat. Di era digital seperti sekarang, langkah antisipasi seperti ini adalah investasi yang baik untuk masa depan. Jika Ngawi sudah bisa memulai dengan SADARI, bukan tidak mungkin inovasi ini jadi contoh bagi daerah lain. Karena pada akhirnya, sadar risiko bukan berarti takut untuk mengambil langkah, namun justru menjadi rancangan untuk melangkah karena sudah siap menghadapi berbagai kemungkinan yang akan datang ke depannya.

Scroll to Top