Ngawi – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi, Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) meluncurkan program BUDe Mandi (BUMDesa Mewujudkan Desa Mandiri) sejak tahun 2023. Program ini lahir dari kesadaran bahwa setiap desa memiliki potensi unik yang, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
BUDe Mandi hadir bukan hanya sebagai program pembangunan ekonomi, tetapi juga sebagai gerakan pemberdayaan yang menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama. Pemerintah Kabupaten Ngawi mendorong setiap desa mengoptimalkan potensi lokal, mulai dari agribisnis, kerajinan, pariwisata, hingga perdagangan digital. Pendampingan intensif dilakukan melalui pelatihan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, serta penyusunan regulasi internal yang transparan dan akuntabel.
Hasilnya mulai terlihat. Desa Patalan, misalnya, berhasil mengembangkan produk olahan pertanian seperti keripik jagung dan tepung organik yang kini dipasarkan secara daring hingga luar daerah. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda. Beberapa desa lain bahkan berhasil menghidupkan kembali kerajinan tradisional dengan sentuhan modern hingga mampu menembus pasar ekspor.
Dampak BUDe Mandi tidak sebatas ekonomi. Pola pikir masyarakat ikut berubah, dari menunggu bantuan pemerintah menjadi aktif mencari peluang usaha dan mengelola sumber daya sendiri. Keuntungan BUMDesa juga digunakan untuk kegiatan sosial seperti beasiswa, perbaikan fasilitas umum, hingga program lingkungan. Seperti disampaikan Bupati Ngawi, “Desa mandiri bukan berarti berjalan sendiri, melainkan mampu menggerakkan warganya untuk maju bersama.”