Perubahan iklim kini bukan lagi isu jauh di awang-awang. Dampaknya sudah terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari. Kualitas air menurun, ekosistem rusak, dan tanah tercemar. Untuk menjawab tantangan itu, Perpusdes CERDAS Desa Paras, Kecamatan Pangkur, meluncurkan inovasi PEPES IKAN (Perpustakaan Peduli Situasi Iklim dan Dampak Lingkungan). Program ini tidak hanya menumbuhkan budaya membaca, tetapi juga mendorong warga mengubah pola hidup agar lebih ramah lingkungan. Kegiatannya berfokus pada pengelolaan sampah, pengurangan plastik, serta produksi barang ramah lingkungan yang memberi nilai ekonomi.

Kekuatan PEPES IKAN lahir dari keterlibatan masyarakat desa. Kaum perempuan memimpin lewat PKK, Kader Posyandu, dan Komunitas Wanita Creative Paras. Mereka menjadi motor gerakan peduli lingkungan. Berbagai pelatihan kreatif hadir untuk warga. Peserta belajar membuat bunga hias dari plastik dengan teknik strika, mengolah gelas bekas menjadi wadah minuman, hingga memproduksi detergen nabati, sabun cuci piring alami, dan ecoprint berbahan pewarna tumbuhan. Kegiatan ini menambah keterampilan sekaligus membuka wawasan bahwa limbah bisa berubah menjadi berkah bila dikelola dengan bijak.
Program ini juga menggarap limbah rumah tangga. Warga mengolah minyak jelantah yang biasanya mencemari lingkungan menjadi lilin aromaterapi bernilai jual. Anak-anak ikut berpartisipasi melalui program Petani Organik Cilik “Bumi Ceria”. Mereka belajar menanam dengan pupuk kompos dan MOL ramah lingkungan. Dengan cara ini, PEPES IKAN tidak hanya mengurangi masalah sampah, tetapi juga menumbuhkan generasi muda yang peduli terhadap kelestarian bumi. Dukungan komunitas lokal, UMKM, dan relawan lingkungan memperkuat gerakan sehingga selaras dengan kebutuhan warga.

Hasil nyata kini terlihat di Desa Paras. Lingkungan menjadi lebih bersih, warga terbiasa memilah sampah, dan banyak keluarga beralih ke produk ramah lingkungan yang hemat sekaligus aman. Kesadaran masyarakat terhadap ancaman iklim meningkat, pengeluaran rumah tangga menurun, dan kualitas hidup semakin baik. Daerah lain seperti Sragen, Jombang, dan Bangkalan juga meniru program ini. Fakta tersebut membuktikan bahwa inovasi sederhana mampu melahirkan perubahan besar. PEPES IKAN hadir bukan sekadar program perpustakaan, melainkan gerakan kolektif menuju desa hijau yang mandiri, tangguh, dan siap menghadapi tantangan iklim global.