Stunting masih menjadi masalah serius di Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Data menunjukkan prevalensi stunting di Jawa Timur tahun 2023 mencapai 17,7%, masih jauh dari target nasional 14%. Desa Katikan pun bergerak dengan inovasi CETING RECAMILI MIDER (Cegah Stunting dari Remaja, Catin, Ibu Hamil, Balita dengan Pendampingan Kader). Inovasi ini melibatkan kader desa dan dibiayai melalui Dana Desa untuk mendampingi masyarakat sejak remaja hingga 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

Warga desa aktif melaksanakan berbagai kegiatan, seperti Posyandu Remaja Hebat, monitoring gizi remaja putri (Kasugijatri), pendampingan calon pengantin (Kasugicatin), serta Kelas Ibu Hamil Cantik (Kebutik). Desa juga menjalankan program Turis Mider, yaitu satu kader mendampingi satu ibu hamil risiko tinggi hingga masa nifas. Untuk balita, kader mendampingi bayi BBLR, balita stunting, dan anak dengan penyakit bawaan. Selain itu, ada program Pontang Panting berupa pemberian makanan tambahan, Pos Gizi Kasih Bunda, hingga KP ASI Ceria yang mendukung ibu menyusui.
Program CETING RECAMILI MIDER berhasil menurunkan angka stunting di Desa Katikan. Data menunjukkan jumlah balita stunting turun dari 45 anak pada 2022, menjadi 40 anak di 2023, dan kembali turun menjadi 33 anak di 2024. Masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya minum tablet tambah darah, pemeriksaan rutin ibu hamil, pemenuhan gizi balita, serta pola hidup bersih. Dengan pendampingan kader, keluarga merasa lebih terbantu dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.
Desa Katikan berkomitmen melanjutkan inovasi ini dengan memperkuat jejaring bersama puskesmas, dinas kesehatan, dan desa lain. Program ini bahkan sudah direplikasi di daerah lain, seperti Bangkalan, Trenggalek, dan Sragen. Pemerintah desa berharap CETING RECAMILI MIDER tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga melahirkan generasi sehat, cerdas, dan produktif.