Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, mencegah stunting dengan cara unik melalui inovasi ALUR SEGO CENTINI (Arisan Telur Semangat Gotong Royong Cegah Stunting Sejak Dini). Program ini lahir pada tahun 2023 di Posyandu Seruni, Dusun Cangakan, dan langsung mendapat dukungan masyarakat. Kader Posyandu menggagas ide arisan telur agar ibu balita mampu memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga dengan cara yang mudah, murah, dan penuh semangat kebersamaan.

Setiap kegiatan Posyandu, ibu-ibu membawa satu butir telur untuk dikumpulkan. Setelah semua hadir, kader mengocok arisan dan satu ibu berhak membawa pulang seluruh telur yang terkumpul. Telur itu bisa diolah menjadi lauk bergizi seperti telur dadar, bacem, rebus, hingga kreasi sehat lainnya untuk balita. Cara sederhana ini tidak hanya memperkuat gizi anak, tetapi juga menumbuhkan rasa gotong royong antarwarga.
Pada 2024, ALUR SEGO CENTINI berkembang ke tujuh Posyandu di Desa Kawu. Telur dipilih karena kaya protein hewani, harganya terjangkau, dan mudah diperoleh. Inovasi ini juga mendorong ibu-ibu balita memanfaatkan hasil ternak ayam, itik, bebek, ikan, hingga sayur mayur dari pekarangan. Dengan begitu, keluarga mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri sekaligus menjaga ketahanan pangan desa.
Pemerintah Desa Kawu menegaskan, ALUR SEGO CENTINI menjadi wujud nyata gotong royong dalam pencegahan stunting. Dengan balita sehat dan gizi tercukupi, desa berharap dapat melahirkan generasi cerdas, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.