Kali Gunting, Inovasi Puskesmas Pangkur Ngawi Turunkan Angka Stunting Jadi 11,1%”

Kabupaten Ngawi terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui inovasi kesehatan. Salah satu gebrakan datang dari Puskesmas Pangkur dengan program Kali Gunting (Gerakan Peduli Pencegahan Stunting).

Program ini pertama kali diinisiasi oleh Nurma Hayati, ASN Puskesmas Pangkur, pada tahun 2022, sebagai upaya menjawab persoalan stunting yang masih menjadi ancaman kesehatan anak Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting nasional tercatat 24,4%, sementara di Kabupaten Ngawi mencapai 11,70%.

Meski lebih rendah dari rata-rata nasional, kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Pangkur sempat meningkat dari 14,7% pada 2021 menjadi 16,6% pada 2022. Kondisi ini mendorong lahirnya inovasi Kali Gunting, sebuah gerakan terpadu yang menyasar remaja, ibu hamil, hingga balita.

Program ini tidak hanya fokus pada penyuluhan gizi di posyandu, tetapi juga melibatkan lintas sektor dan lintas program. Beberapa langkah strategis dilakukan, seperti verifikasi bulan timbang, pendampingan kader dalam pengukuran balita, serta rujukan khusus untuk anak dengan kondisi 2T (dua kali timbang hasil tidak naik atau turun). Pendekatan ini membantu mendeteksi sejak dini penyakit penyerta, misalnya tuberkulosis, yang kerap memperburuk kondisi balita.

Hasilnya cukup signifikan. Setelah dijalankan lebih maksimal pada 2023, angka stunting di wilayah Puskesmas Pangkur berhasil ditekan menjadi 13,45%, dan kembali turun menjadi 11,1% pada 2024. Capaian ini tidak hanya berkat kerja keras tenaga kesehatan, tetapi juga dukungan kader desa, keluarga, dan koordinasi lintas sektor.

Kepala Puskesmas Pangkur menyebut, Kali Gunting membawa manfaat besar, mulai dari meningkatnya keterampilan kader, validitas data kesehatan, hingga tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap gizi ibu hamil dan balita. Selain itu, program ini juga direplikasi di daerah lain, seperti Blitar, Bojonegoro, dan Mojokerto, membuktikan bahwa inovasi lokal dapat menjadi model nasional.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, melainkan masalah bersama. Melalui Kali Gunting, kami ingin membangun kesadaran sejak remaja hingga orang tua agar lahir generasi sehat, cerdas, dan produktif,” ungkap Nurma Hayati, inisiator program.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, inovasi ini diharapkan mampu menjaga tren penurunan stunting secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi daerah lain di Indonesia.

Scroll to Top