Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui inovasi desa. Kali ini, Desa Gembol, Kecamatan Karanganyar, meluncurkan program BANTING ATAS (Bersama Atasi Stunting dan Aksi Tangani Stunting) pada 8 April 2024.

Program ini lahir dari keprihatinan masyarakat terhadap masih tingginya prevalensi stunting di beberapa dusun Desa Gembol. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting nasional masih berada di atas 20%, jauh dari batas aman yang ditetapkan WHO. Kondisi ini mendorong masyarakat dan pemerintah desa untuk bergerak bersama mencari solusi yang nyata.
Melalui BANTING ATAS, masyarakat Desa Gembol membentuk Kelompok Keluarga Tangguh Gizi (KKTG) di tingkat RT sebagai agen edukasi sekaligus pelapor dini kasus stunting. Inovasi ini juga menghadirkan aksi nyata, mulai dari kunjungan rumah, demo masak sehat murah, kelas ibu balita, hingga pemanfaatan pekarangan keluarga untuk sumber pangan bergizi.
Tidak hanya itu, pemerintah desa turut aktif dengan mengeluarkan SK Tim Desa Peduli Stunting, yang memastikan adanya alokasi anggaran desa untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat. Kolaborasi ini melibatkan bidan, kader posyandu, tokoh masyarakat, hingga pemuka agama, sehingga program lebih partisipatif dan berakar pada kearifan lokal.
Hasilnya, dalam satu tahun pertama pelaksanaan, angka stunting di Desa Gembol berhasil turun sebesar 18%, sementara pengetahuan keluarga tentang gizi meningkat hingga 35%. Lebih dari 12 kelompok keluarga tangguh gizi kini aktif di setiap RT sebagai garda terdepan pencegahan stunting.
Dengan pendekatan lokal, kolaboratif, dan berbasis aksi nyata, BANTING ATAS diharapkan menjadi contoh bagi desa lain di Ngawi bahkan daerah lain di Indonesia. Kepala Desa Gembol menyatakan, “Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga masa depan generasi. Dengan kebersamaan, kita bisa mencetak anak-anak sehat, cerdas, dan produktif.”