Inovasi TASIK JATI, Desa Sekarjati Ngawi Wujudkan Irigasi Kreatif untuk Sejahterakan Petani Tadah Hujan

Ngawi – Desa Sekarjati, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, berhasil melahirkan inovasi strategis dalam bidang pertanian melalui program TASIK JATI (TAni Sejahtera Irigasi Kreatif desa sekarJATI). Program ini menjadi jawaban atas persoalan klasik yang dihadapi petani tadah hujan, yaitu keterbatasan air irigasi dan tingginya biaya pengeboran sumur.

Inovasi yang diinisiasi oleh masyarakat Desa Sekarjati ini dilaksanakan sejak Desember 2024 dengan tujuan menyediakan sumber air alternatif yang berkelanjutan. Sistem TASIK JATI mengandalkan pengelolaan air dari 7 sumur kolektif yang tersebar di lima titik area persawahan. Air dari sumur-sumur tersebut disalurkan menggunakan jaringan pipa lengkap dengan katup kontrol dan pompa, sehingga distribusi bisa diatur secara bergilir sesuai kebutuhan.

Sebelum adanya TASIK JATI, petani hanya bisa menanam dua kali setahun karena ketergantungan penuh pada curah hujan. Kini, dengan adanya sistem irigasi kolektif berbasis gotong royong, petani berpeluang meningkatkan intensitas tanam hingga tiga kali dalam setahun. Selain itu, biaya yang biasanya terlalu berat untuk pembuatan sumur individu dapat ditekan secara signifikan melalui sistem bersama.

Pengelolaan TASIK JATI dilakukan secara kolektif oleh kelompok tani di setiap dusun. Mereka bertanggung jawab atas operasional, pengaturan giliran air, hingga pemeliharaan infrastruktur. Hal ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antarpetani.

Hingga 2025, program TASIK JATI sudah berhasil melayani sekitar 15 hektar lahan sawah dan menjadi model inovasi yang diakui di tingkat regional. Program ini bahkan telah direplikasi oleh beberapa daerah lain seperti Jombang, Trenggalek, dan Magetan.

Dengan keberhasilan ini, TASIK JATI diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani Desa Sekarjati sekaligus menjadi inspirasi bagi desa lain dalam menciptakan solusi kreatif menghadapi tantangan pertanian di wilayah tadah hujan.

Scroll to Top