TINTA MAS: Coretan Emas Petani Sriwedari yang Bikin Sawah Makin Cuan

Ngawi kembali melahirkan inovasi unik lewat program TINTA MAS (Tingkatkan Pertanian untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Sriwedari). Digagas oleh masyarakat Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, program ini hadir sebagai jawaban atas tantangan sektor pertanian yang selama ini terjebak pada pola konvensional. TINTA MAS membangun pertanian modern berbasis teknologi sederhana, pengolahan hasil tani, hingga pemasaran digital, sehingga petani tidak lagi bergantung penuh pada tengkulak.

Dengan dukungan Kelompok Tani Inovatif Sriwedari (KTIS), warga kini mengembangkan pertanian terpadu: mulai dari irigasi hemat air, pupuk organik dari limbah ternak, hingga sistem tumpangsari yang ramah lingkungan. Tidak hanya itu, hasil panen juga diolah menjadi produk bernilai tambah seperti keripik sayur, jus segar, hingga bumbu siap saji. Kehadiran Unit Pengolahan Hasil Pertanian (UPHP) membuat Sriwedari punya produk khas yang siap bersaing di pasar lokal maupun digital.

Hasilnya pun mulai terasa. Produktivitas pertanian meningkat pesat, pendapatan petani naik hingga 40%, dan yang tak kalah penting: generasi muda kembali tertarik untuk turun ke sawah dengan cara yang lebih kreatif. Dari yang tadinya sawah hanya dianggap tempat kerja orang tua, kini menjadi lahan bisnis inovatif yang bisa melahirkan usaha baru berbasis pertanian modern. Desa Sriwedari pun makin dikenal sebagai desa agribisnis yang mandiri dan berdaya.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi turut mendorong lahirnya inovasi seperti TINTA MAS. Program ini bukan sekadar soal bercocok tanam, tetapi tentang membangun sistem ekonomi desa yang lebih kokoh. Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan teknologi sederhana, Sriwedari membuktikan bahwa pertanian bisa jadi “coretan emas” yang mengubah wajah desa: lebih sejahtera, berdaya saing, dan tentu saja semakin keren!

Scroll to Top