Inovasi pelayanan publik kembali lahir dari Kabupaten Ngawi lewat program PENARI JARANAN (Pelayanan Sehari Jadi Masyarakat Senang) yang digagas Desa Brangol, Kecamatan Karangjati. Dengan semangat budaya lokal, pelayanan administrasi yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini bisa selesai hanya dalam hitungan jam. Warga pun tak lagi harus bolak-balik ke kantor desa, cukup sekali datang, semua urusan administrasi beres.

Program ini hadir untuk menjawab keluhan masyarakat soal pelayanan administrasi yang lamban, membingungkan, dan sering kali bergantung pada perangkat tertentu. Lewat sistem pelayanan satu pintu, penggunaan template surat digital, dan pengarsipan online, segala proses menjadi lebih ringkas. Masyarakat bisa mengajukan pra-layanan via WhatsApp, menghindari antrian panjang, sekaligus mendapatkan kepastian dokumen yang cepat dan sah.
Hasilnya pun nyata: lebih dari 90% layanan surat-menyurat kini selesai kurang dari satu jam, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 96%, dan citra pemerintah desa meningkat pesat. Digitalisasi arsip juga membuat layanan lebih transparan, aman, dan mudah ditelusuri kembali. Tidak hanya memotong birokrasi, PENARI JARANAN juga melahirkan budaya kerja kolaboratif, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi mendorong lahirnya berbagai inovasi seperti PENARI JARANAN, yang tak hanya mempercepat layanan, tetapi juga menghidupkan kearifan lokal sebagai identitas pelayanan publik. Desa Brangol kini menjadi role model bagaimana pelayanan bisa lincah, transparan, dan bikin masyarakat tersenyum puas—persis seperti penari jaranan yang gesit, penuh energi, dan menghibur.