GIMANA DOK! : Inovasi Perencanaan Alat dan Obat Kontrasepsi untuk Pelayanan KB yang Lebih Optimal

Ketersediaan Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Keluarga Berencana (KB). Agar pelayanan KB dapat berjalan dengan baik, diperlukan perencanaan kebutuhan Alokon yang tepat sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan tanpa terkendala kekurangan maupun kelebihan stok. Melalui inovasi GIMANA DOK! (Giat Manajemen Perencanaan Kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi menghadirkan upaya peningkatan manajemen perencanaan kebutuhan Alokon secara lebih terarah, efektif, dan berbasis data. Inovasi ini merupakan inovasi pelayanan publik non-digital yang diinisiasi oleh Ibnu Almugitsu sebagai bentuk penguatan pelayanan di bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

GIMANA DOK! Berfokus pada proses perencanaan kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi agar jumlah, jenis, waktu, serta sasaran distribusi sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Pelaksanaan inovasi ini mengacu pada Peraturan BKKBN Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur serta Keputusan Kepala BKKBN Nomor 82/KEP/E1/2023 tentang Perencanaan Kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi. Pelaksanaan inovasi diawali dengan kegiatan perencanaan kebutuhan atau kuantifikasi. Pada tahap ini dilakukan pembentukan tim, pengumpulan data, pelayanan KB, data peserta aktif dan peserta baru, data demografi, serta ketersediaan stok. Selanjutnya dilakukan analisis data untuk memperkirakan kebutuhan setiap jenis alat kontrasepsi berdasarkan kondisi nyata di lapangan.  Hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam menyusun rencana pengadaan dan distribusi Alokon. Perhitungan kebutuhan dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah peserta KB aktif, peserta baru, faktor konversi penggunaan setiap metode kontrasepsi, serta stok pengaman (buffer stock). Dengan cara ini, distribusi Alokon menjadi lebih tepat sasaran dan mampu mengurangi risiko kekurangan maupun penumpukan stok. Sebagai bagian dari implementasi inovasi, DP3AKB juga melaksanakan pertemuan dan koordinasi bersama bidan KB serta programer KB di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, sekaligus memastikan data yang digunakan dalam perencanaan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Melalui GIMANA DOK!, berbagai manfaat dapat dirasakan, antara lain menjamin ketersediaan Alokon secara berkelanjutan, meningkatkan efisiensi pengadaan dan distribusi, mengurangi risiko overstock maupun stock-out, serta meningkatkan kualitas pelayanan KB kepada masyarakat. Selain itu, perencanaan yang berbasis data juga mendukung pengawasan dan evaluasi program KB sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efektif.

Inovasi GIMANA DOK! merupakan langkah nyata DP3AKB Kabupaten Ngawi dalam meningkatkan kualitas pelayanan Program Keluarga Berencana melalui manajemen perencanaan kebutuhan Alat dan Obat Kontrasepsi yang lebih baik. Dengan perencanaan yang sistematis, berbasis data, dan didukung koordinasi bersama fasilitas pelayanan kesehatan, ketersediaan Alokon dapat terjamin sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal. Inovasi ini diharapkan mampu mendukung keberhasilan program keluarga berencana sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Ngawi.

Scroll to Top