LENTERA: Petani Legundi Kini Punya Jurus Ganda, Tembakau Wangi Bawangnya Juga Berani!

Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, meluncurkan inovasi LENTERA (Legundi Maju Pertanian Tembakau dan Bawang Merah) sebagai terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Program ini hadir untuk menjawab persoalan klasik seperti harga panen yang dikuasai tengkulak, lemahnya kelembagaan tani, hingga minimnya peran pemuda dalam dunia pertanian. Melalui sistem budidaya terpadu, LENTERA menggabungkan dua komoditas unggulan desa—tembakau dan bawang merah—agar hasil panen lebih stabil, berkualitas, dan bernilai tambah tinggi.

Perubahan besar mulai tampak setelah inovasi ini dijalankan. Petani kini menerapkan rotasi tanam tembakau dan bawang merah, menggunakan pupuk organik dari limbah pertanian, serta mendapatkan pelatihan teknologi budidaya hingga pascapanen. Tidak hanya berhenti di lahan, LENTERA juga menghadirkan rumah kemasan dan sistem pemasaran desa sehingga petani tidak lagi bergantung pada tengkulak. Produk pertanian pun naik kelas, mulai dari tembakau iris kemasan hingga bawang goreng khas Legundi.

Lebih istimewa lagi, LENTERA melibatkan generasi muda desa dalam digitalisasi pertanian, promosi online, hingga pemetaan lahan berbasis teknologi. Dengan cara ini, sektor pertanian yang dulu dianggap kurang menarik kini kembali digandrungi anak muda. Inovasi ini juga membuat pertanian Desa Legundi lebih ramah lingkungan, adaptif terhadap perubahan iklim, dan semakin kompetitif di pasar regional.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi turut mendorong hadirnya inovasi LENTERA sebagai salah satu contoh sukses pemberdayaan masyarakat desa. LENTERA membuktikan bahwa dengan inovasi, gotong royong, dan pengelolaan terpadu, pertanian bisa menjadi penggerak utama ekonomi desa. Desa Legundi kini tidak sekadar menghasilkan bahan mentah, melainkan sudah menjadi sentra pertanian bernilai tambah yang menguntungkan bagi seluruh warganya.

Scroll to Top