Ngawi— Kabupaten Ngawi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui berbagai inovasi yang berkelanjutan. Salah satu terobosan yang menonjol adalah program Bapak Asuh Burung Hantu yang dikembangkan sejak tahun 2023. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas permasalahan serius yang dihadapi petani, yaitu tingginya serangan hama tikus yang kerap menyebabkan kerugian besar bahkan gagal panen. Selain itu, metode pengendalian yang selama ini digunakan, seperti jebakan listrik, dinilai berbahaya karena dapat mengancam keselamatan manusia serta merusak lingkungan.

Sebagai alternatif, pemerintah daerah menghadirkan pendekatan yang lebih aman dan ramah lingkungan dengan memanfaatkan burung hantu (Tyto alba) sebagai predator alami tikus. Burung hantu memiliki kemampuan berburu yang efektif dan mampu memangsa beberapa tikus dalam satu malam. Dengan memanfaatkan musuh alami ini, pengendalian hama dilakukan secara ekologis tanpa bahan kimia maupun alat berbahaya, sehingga mampu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian sekaligus mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan.
Keunggulan utama inovasi ini terletak pada konsep partisipatif yang melibatkan masyarakat melalui skema “bapak asuh”. Dalam program ini, petani, kelompok tani, dan masyarakat umum berperan aktif dalam merawat serta menjaga keberlangsungan hidup burung hantu. Pemerintah juga mendukung melalui pembangunan rumah burung hantu (rubuha), kegiatan penangkaran, serta pelepasan di area persawahan. Selain itu, edukasi dan sosialisasi terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran petani agar beralih dari metode berbahaya menuju pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan.
Manfaat dari inovasi ini sangat signifikan, baik secara ekologis maupun ekonomi. Populasi tikus dapat ditekan secara alami sehingga kerusakan tanaman berkurang dan hasil panen meningkat. Di sisi lain, petani juga dapat menghemat biaya pengendalian hama. Dalam jangka panjang, program ini berkontribusi pada ketahanan pangan, meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, serta menciptakan sistem pertanian yang lebih aman dan berkelanjutan. Keberhasilannya bahkan menjadikan program ini sebagai contoh praktik baik yang berpotensi direplikasi di berbagai daerah lain.