Membangun keluarga yang sehat dan harmonis tidak dimulai ketika anak lahir, melainkan sejak pasangan mempersiapkan diri untuk menikah. Pernikahan merupakan awal terbentuknya keluarga sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, kesiapan calon pengantin menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan keluarga yang berkualitas dan mendukung lahirnya generasi yang sehat. Namun, masih banyak pasangan yang memasuki jenjang pernikahan tanpa persiapan yang matang. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, pengelolaan keuangan keluarga, hingga pembagian peran dalam rumah tangga masih tergolong rendah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan setelah menikah, termasuk meningkatnya risiko stunting akibat kurangnya kesiapan orang tua sejak masa prakonsepsi. Melihat kondisi tersebut, Balai KB Kecamatan Padas melalui Penyuluh KB menghadirkan inovasi GENTA SAPA RENCANA (Gerakan Pendampingan Calon Pengantin Cegah Stunting dengan Satu Pasangan, Satu Rencana). Inovasi yang diinisiasi oleh Umi Uswatun Rivaningsih ini dirancang untuk mendampingi calon pengantin agar tidak hanya siap melangsungkan pernikahan, tetapi juga siap membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

GENTA SAPA RENCANA memberikan pendampingan kepada calon pengantin melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan Balai KB, Kantor Urusan Agama (KUA), Puskesmas, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK). Pendampingan dilakukan sejak sebelum pernikahan agar setiap pasangan memiliki bekal pengetahuan dan perencanaan yang matang dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Program diawali dengan Kelas Calon Pengantin yang berisi penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan anemia, gizi, kesiapan psikologis, hingga pengelolaan ekonomi keluarga. Setelah memperoleh materi, pasangan diajak berdiskusi dan menyusun rencana kehidupan rumah tangga melalui Form GENTA SAPA RENCANA. Dalam formulir tersebut, pasangan merencanakan berbagai hal penting, seperti waktu memiliki anak, jarak kelahiran, pengelolaan keuangan keluarga, hingga cara menyelesaikan konflik dalam rumah tangga. Selanjutnya, pasangan menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan untuk menjalankan rencana yang telah disusun. Setelah menikah, pendampingan tetap dilakukan melalui pemantauan oleh Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga guna memastikan pasangan memperoleh layanan kesehatan, keluarga berencana, serta pendampingan sesuai kebutuhan. Melalui inovasi ini, calon pengantin diharapkan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan sebelum kehamilan, merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak, serta membangun komunikasi yang baik dalam rumah tangga. Selain meningkatkan kesiapan fisik dan mental pasangan, program ini juga mendorong keterlibatan suami dan istri secara seimbang dalam mewujudkan keluarga yang harmonis. Pelaksanaan GENTA SAPA RENCANA memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kesadaran calon pengantin terhadap kesehatan reproduksi meningkat, komunikasi antar pasangan menjadi lebih terbuka, penggunaan program keluarga berencana lebih terencana, serta risiko stunting dapat dicegah sejak masa prakonsepsi. Dengan perencanaan yang baik sejak awal, keluarga memiliki kesempatan lebih besar untuk menciptakan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.
Inovasi GENTA SAPA RENCANA menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan calon pengantin agar tidak hanya siap melangsungkan pernikahan, tetapi juga siap membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas. Melalui pendampingan, edukasi, serta perencanaan bersama sejak sebelum menikah, program ini diharapkan mampu mendukung pencegahan stunting, meningkatkan ketahanan keluarga, dan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, serta berdaya saing di masa depan.