Ngawi— Pemerintah Kabupaten Kabupaten Ngawi berupaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif melalui inovasi pelayanan publik yang inovatif dan inklusif. Salah satu langkah nyata yang dihadirkan adalah SATRIA BISA (Satuan Relawan Pembuatan Izin Usaha), sebuah program yang diinisiasi oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ngawi untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus legalitas usaha. Inovasi ini muncul sebagai solusi atas masih rendahnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), meskipun sistem perizinan berbasis Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) telah diterapkan.

Banyak pelaku usaha, khususnya di tingkat mikro dan kecil, masih menghadapi kendala dalam memahami dan mengakses sistem digital tersebut. Melalui SATRIA BISA, pemerintah menghadirkan pendekatan baru dengan membentuk jejaring relawan yang secara langsung mendampingi masyarakat dalam proses pembuatan izin usaha. Dengan adanya relawan fasilitator, proses perizinan menjadi lebih mudah, cepat, dan menjangkau hingga ke lapisan masyarakat terbawah. Pendampingan yang diberikan tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas usaha bagi keberlangsungan dan pengembangan bisnis mereka.
Dari sisi manfaat, inovasi ini memberikan dampak positif yang signifikan. Bagi pemerintah daerah, SATRIA BISA mampu meningkatkan kualitas layanan perizinan sekaligus mendorong peningkatan jumlah NIB sebagai indikator pertumbuhan investasi. Sementara bagi masyarakat, program ini menghadirkan kemudahan akses, memperkuat kesadaran akan pentingnya izin usaha, serta membuka peluang untuk mengembangkan usaha secara lebih formal dan berkelanjutan. Sejak dilaksanakan, program ini telah berhasil membentuk puluhan relawan yang aktif mendampingi masyarakat di berbagai wilayah. Kehadiran mereka menjadi jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha, sehingga pelayanan publik dapat dirasakan secara lebih merata dan efektif.
Melalui SATRIA BISA, Pemerintah Kabupaten Ngawi tidak hanya menghadirkan kemudahan layanan, tetapi juga membangun semangat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Inovasi ini menjadi bukti bahwa pelayanan yang dekat, sederhana, dan partisipatif mampu memberikan dampak besar bagi peningkatan investasi dan kesejahteraan masyarakat.