Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara berkelanjutan. Kondisi stunting tidak hanya dipengaruhi oleh pemenuhan gizi anak setelah lahir, tetapi juga berkaitan erat dengan kondisi kesehatan calon ibu dan calon ayah sebelum memasuki masa kehamilan. Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak tahap awal, yaitu masa sebelum pernikahan atau masa prakonsepsi. Calon pengantin (catin) menjadi kelompok penting dalam pencegahan stunting karena kesehatan pasangan sebelum menikah akan berpengaruh terhadap kualitas kehamilan dan tumbuh kembang anak di masa mendatang. Namun, masih ditemukan calon pengantin yang belum memiliki pemahaman cukup mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan pranikah, pemenuhan gizi seimbang, risiko anemia, kesehatan reproduksi, serta perencanaan kehamilan yang sehat.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan calon pengantin sering kali masih dianggap sebagai bagian dari persyaratan administratif pernikahan, bukan sebagai langkah penting untuk mempersiapkan keluarga yang sehat. Keterbatasan informasi, kurangnya akses konsultasi, serta belum optimalnya koordinasi antarprogram juga menjadi tantangan dalam memberikan pendampingan yang menyeluruh kepada calon pengantin. Sebagai upaya menjawab permasalahan tersebut, hadir inovasi WADUL ANTING (Wadah Konsultasi Antisipasi Stunting bagi Calon Pengantin). Inovasi ini dikembangkan sebagai bentuk pelayanan publik yang memberikan ruang konsultasi, edukasi, pemeriksaan, dan pendampingan kesehatan bagi calon pengantin agar lebih siap membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
WADUL ANTING merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang mengutamakan pendekatan promotif dan preventif dengan fokus utama pada pencegahan stunting sejak sebelum kehamilan. Melalui inovasi ini, calon pengantin mendapatkan pelayanan yang lebih terintegrasi mulai dari pemeriksaan kesehatan, edukasi, konsultasi, hingga pendampingan lanjutan sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan. Pelaksanaan WADUL ANTING dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan, seperti masih rendahnya pengetahuan calon pengantin mengenai pencegahan stunting sejak masa prakonsepsi, belum optimalnya pelaksanaan skrining kesehatan, serta kurangnya keterlibatan calon suami dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Padahal, pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab calon ibu, tetapi membutuhkan peran aktif kedua pasangan dalam mempersiapkan keluarga.
Melalui program ini, calon pengantin mendapatkan berbagai layanan seperti pemeriksaan status gizi, pemeriksaan anemia, edukasi kesehatan reproduksi, konsultasi gizi, perencanaan kehamilan, serta konseling kesiapan mental dan sosial dalam membangun rumah tangga. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar dalam memberikan rekomendasi dan tindak lanjut yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasangan. Salah satu keunggulan WADUL ANTING adalah keterlibatan kedua calon mempelai dalam proses pendampingan. Jika sebelumnya perhatian terhadap kesehatan reproduksi lebih banyak diberikan kepada calon ibu, inovasi ini juga mendorong calon ayah untuk memahami perannya dalam mendukung kesehatan keluarga. Calon suami diberikan edukasi mengenai pentingnya dukungan selama masa kehamilan, pemenuhan gizi keluarga, serta keterlibatan dalam pengasuhan anak. Dalam pelaksanaannya, inovasi ini melibatkan berbagai pihak seperti tenaga kesehatan, bidan, petugas gizi, penyuluh keluarga berencana, fasilitas pelayanan kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi lintas sektor tersebut bertujuan menciptakan pelayanan calon pengantin yang lebih efektif, terarah, dan berkesinambungan.
WADUL ANTING juga menjadi upaya untuk mengubah pola pikir masyarakat bahwa persiapan pernikahan tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan kesehatan fisik, mental, dan pengetahuan dalam membangun keluarga. Dengan adanya konsultasi dan pendampingan sejak dini, pasangan calon pengantin dapat memahami faktor risiko yang dapat menyebabkan stunting serta melakukan langkah pencegahan sebelum terjadinya kehamilan.Pelaksanaan inovasi ini memberikan manfaat bagi berbagai pihak. Bagi calon pengantin, WADUL ANTING membantu meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, gizi, pencegahan anemia, dan perencanaan keluarga. Bagi tenaga kesehatan dan pemerintah daerah, inovasi ini mendukung peningkatan cakupan skrining kesehatan pranikah serta memperkuat koordinasi dalam percepatan penurunan stunting.
Hasil yang diharapkan dari inovasi ini adalah meningkatnya jumlah calon pengantin yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara lengkap, meningkatnya kesadaran pasangan dalam mempersiapkan kehamilan sehat, serta meningkatnya keterlibatan calon suami dalam pencegahan stunting. Dengan intervensi sejak masa prakonsepsi, risiko terjadinya masalah kesehatan pada ibu dan anak dapat ditekan.
Inovasi WADUL ANTING (Wadah Konsultasi Antisipasi Stunting bagi Calon Pengantin) merupakan langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui pendekatan pencegahan sejak sebelum kehamilan. Program ini tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran dan kesiapan calon pengantin dalam menciptakan keluarga yang sehat. Melalui edukasi, konsultasi, skrining kesehatan, serta kolaborasi lintas sektor, WADUL ANTING mampu menjadi wadah pendampingan bagi calon pengantin untuk memahami pentingnya kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, dan perencanaan keluarga. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan semakin banyak pasangan yang siap secara fisik, mental, dan sosial sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas dari risiko stunting.