Sang Pionir Tak Mau Berhenti: Strategi ‘Gas Pol’ Ngawi Menuju Tahta Inovasi 2026

NGAWI – Kabupaten Ngawi kembali mengukuhkan posisinya sebagai “kiblat” inovasi di Jawa Timur. Meski telah sukses merengkuh predikat sebagai daerah terinovatif, Pemerintah Kabupaten Ngawi enggan mengendurkan ambisinya. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bidang Litbang, Ngawi resmi mengawali tahun 2026 dengan menggelar Evaluasi Penyelenggaraan Inovasi Daerah 2025 dan Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah (IID) 2026 pada Selasa (3/3/2026).

Acara yang berlangsung penuh energi ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Ngawi. Dalam laporannya, ia membedah capaian gemilang tahun 2025 yang berhasil membawa Ngawi ke puncak peringkat terinovatif. Namun, ia menegaskan bahwa evaluasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah krusial untuk menjaga standar mutu pelayanan publik tetap di level tertinggi.

Pesan Bupati: Inovasi Adalah Napas, Bukan Garis Finish

Bupati Ngawi yang hadir secara langsung memberikan arahan yang tajam dan menggugah. Beliau mengingatkan seluruh jajaran birokrasi agar tidak terjebak dalam “zona nyaman” setelah meraih prestasi. Menurutnya, dinamika kebutuhan masyarakat menuntut pemerintah untuk terus berevolusi.

Kepala BSKDN: Ngawi Adalah ‘Rising Star’ di Kancah IGA

Acara utama semakin berbobot dengan paparan dari Kepala BSKDN Kemendagri, Bapak Yusharto Huntoyungo. Beliau memaparkan data progresivitas Kabupaten Ngawi dalam kontestasi Innovative Government Award (IGA) 2025 yang dinilai sangat impresif.

Menurut Yusharto, Ngawi menunjukkan tren positif yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa ekosistem inovasi di Ngawi tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga kualitas yang semakin matang dan berkelanjutan, menjadikannya salah satu daerah yang patut diperhitungkan secara nasional.

Aksi Nyata di Desa Dempel: Menengok ‘Dapur’ PRLB

Tak hanya berhenti di ruang pertemuan, rombongan langsung bergerak menuju Desa Dempel, Kecamatan Geneng, untuk meninjau “senjata rahasia” Ngawi dalam sektor ketahanan pangan: Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB). Inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi bisa selaras dengan kelestarian alam.

Kepala BSKDN, didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Ngawi, Mokh. Sodiq Triwidiyanto, serta Kepala Bappeda, masuk ke dalam gudang pengolahan padi yang menjadi jantung inovasi desa tersebut. Mereka meninjau langsung operasional mesin pengering padi (dryer) berkapasitas besar yang mampu mengubah padi basah menjadi beras siap olah secara efisien.

Inovasi PRLB ini menjadi sorotan karena berhasil memangkas kerugian petani akibat cuaca buruk dan menjamin kualitas beras premium yang ramah lingkungan. Hal inilah yang membuat tim penilai pusat berdecak kagum atas keberanian Ngawi dalam mengimplementasikan teknologi tepat guna di akar rumput.

Komitmen Kolektif Lintas Sektoral

Agenda strategis ini dihadiri oleh jajaran elit pemerintahan daerah, mulai dari Staf Ahli, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Ngawi, hingga Direktur Rumah Sakit. Kehadiran para pimpinan ini menggarisbawahi komitmen kolektif bahwa inovasi di Ngawi kini bukan lagi sekadar tugas tambahan, melainkan budaya kerja yang mendarah daging.

Dengan dimulainya sosialisasi IID 2026 dan tinjauan lapangan ini, Kabupaten Ngawi mengirimkan pesan kuat: bahwa mereka siap mempertahankan mahkota inovasi dan terus melahirkan terobosan radikal demi kesejahteraan rakyat di masa depan.

Scroll to Top