Bappeda Ngawi “Bongkar Mesin” Inovasi: Targetkan Rekor Baru di IGA 2026, Tak Puas Hanya Predikat Terinovatif!

NGAWI – Tidak ada kata puas dalam kamus Pemerintah Kabupaten Ngawi. Meski telah sukses menyabet gelar Kabupaten Terinovatif pada ajang Innovative Government Award (IGA) tahun lalu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi melalui Bidang Litbang kembali tancap gas. Bertempat di Hotel Nata Azana, Rabu (4/3/2026), Bappeda menggelar akselerasi melalui Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah.

Acara ini merupakan “gong” lanjutan dari rangkaian evaluasi pelaksanaan inovasi daerah tahun 2025 sekaligus pemetaan strategi besar untuk tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, seluruh elemen kunci penggerak daerah dihadirkan, mulai dari Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, pengelola inovator kecamatan, hingga jajaran direksi BUMD se-Kabupaten Ngawi.

Bedah Tuntas Bersama BSKDN

Suasana aula Hotel Nata Azana memanas saat Arzad Sectio dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) naik ke mimbar. Sebagai dirigen acara, Arzad melakukan “anatomi” terhadap progres inovasi Ngawi. Ia secara lugas membredel satu per satu aspek yang selama ini luput dari pantauan, mengevaluasi setiap celah yang bisa menjadi penghambat perolehan poin maksimal.

Gerakan Semesta: Dari Hotel hingga Layar Zoom


Ada yang berbeda dalam gelaran kali ini. Semangat berinovasi tidak hanya menggema di dalam aula hotel yang dipenuhi Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, hingga direksi BUMD. Gairah tersebut menjalar hingga ke akar rumput melalui skema hibrida. Tercatat, lebih dari 100 pengelola inovasi tingkat desa bergabung secara daring melalui media Zoom.

Interaksi yang terjadi berlangsung sangat dinamis. Meski terpisah layar, para inovator desa menunjukkan taringnya melalui diskusi interaktif yang tajam. Keterlibatan aktif lini terbawah ini menandakan bahwa strategi “Satu Desa, Satu Inovasi” di Ngawi bukan sekadar slogan, melainkan mesin penggerak nyata yang siap menyumbang skor signifikan bagi indeks daerah.

Mengejar Skor Melampaui Batas

Targetnya jelas: melampaui capaian tahun lalu. Sosialisasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan forum teknis untuk menutup setiap lini yang sebelumnya dianggap kurang. Bappeda Ngawi ingin memastikan bahwa di tahun 2026, skor yang didapat tidak hanya berhenti di angka “memuaskan”, tetapi mencetak rekor baru yang lebih tinggi di panggung nasional.

Dengan komitmen penuh dari seluruh pemangku kepentingan—terutama sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik di kecamatan—Kabupaten Ngawi optimis dapat mempertahankan takhta sebagai barometer inovasi di Indonesia. Strategi telah disusun, kekurangan telah dibedah, kini saatnya Ngawi berlari lebih kencang menuju puncak prestasi IGA 2026.

Scroll to Top