Ngawi – Pemerintah Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, terus berinovasi dalam upaya penanganan kemiskinan dan stunting melalui program KENANGAN MANIS (Kecamatan Mantingan Berbagi Makanan Gratis). Program ini berawal dari implementasi Surat Edaran Bupati Ngawi tentang percepatan penanganan kemiskinan melalui gerakan berbagi kepada masyarakat kurang mampu. Awalnya, kegiatan dilakukan dengan membagikan nasi bungkus secara door to door di lingkungan sekitar kecamatan, namun kurang mendapat respons optimal dari masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Mantingan melakukan pengembangan program menjadi KEMANGI (Kecamatan Mantingan Berbagi). Dalam konsep baru ini, kegiatan tidak hanya berupa pembagian makanan, tetapi juga dilengkapi dengan layanan cek kesehatan dan donor darah gratis. Kegiatan yang digelar rutin di pendopo kecamatan ini terbukti mampu menarik partisipasi masyarakat yang lebih luas karena menghadirkan interaksi langsung dan suasana kebersamaan.
Seiring berjalannya waktu, program ini kembali dikembangkan dengan fokus pada penanganan stunting. Berdasarkan data puskesmas, angka stunting di wilayah Mantingan tergolong cukup tinggi dibandingkan desa lain. Hal ini mendorong pemerintah kecamatan untuk menambahkan intervensi berupa pemberian makanan tambahan, susu, serta edukasi kesehatan bagi anak-anak. Hasilnya, dalam kurun waktu satu tahun, program ini dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan angka stunting secara bertahap.
Memasuki pertengahan tahun 2024, program tersebut berevolusi menjadi KENANGAN MANIS dengan pendekatan yang lebih terarah. Kegiatan difokuskan pada pemberian bantuan makanan tambahan dan sembako kepada anak-anak stunting dari keluarga kurang mampu. Program ini tidak hanya menyasar pemenuhan gizi, tetapi juga bertujuan membantu memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas kesehatan generasi muda.
Melalui KENANGAN MANIS, Kecamatan Mantingan berharap dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Selain itu, program ini juga memperkuat nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial antara aparatur pemerintah dan masyarakat. Kehadiran inovasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam membangun lingkungan yang harmonis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.