Sambut Jatim Jagad Inovasi Award 2026: Bappeda Ngawi Perkuat Kesiapan Teknis Melalui JATIM BERDASI

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus mematangkan langkah dalam peta persaingan inovasi tingkat provinsi. Pada Kamis, 16 April 2026, Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Ngawi secara resmi mengikuti sosialisasi Jatim Jagad Inovasi Award Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi krusial mengingat kompetisi inovasi tahun ini mengusung semangat “Jawa Timur: Gerbang Baru Nusantara”. Fokus utama sosialisasi adalah pengenalan sistem integrasi data inovasi melalui platform JATIM BERDASI (Jawa Timur Bedaya Dengan Inovasi).

Lima Kategori Unggulan dalam Inotek Award 2026

Dalam paparan materi tersebut, diidentifikasi lima kategori utama yang akan menjadi medan kompetisi bagi perangkat daerah dan inovator di Jawa Timur:

  • Kategori I (Kovablik): Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik.
  • Kategori II (Inovasi Digital): Transformasi tata kelola berbasis teknologi informasi.
  • Kategori III (Agribis & Energi Terbarukan): Inovasi di sektor pertanian dan keberlanjutan energi.
  • Kategori IV (Sosial Budaya): Terobosan dalam pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya.
  • Kategori V (Inovasi Milenial): Mewadahi kreativitas generasi muda dalam menghadirkan solusi.

Standardisasi Input Data dan Indikator Penilaian

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam sosialisasi adalah teknis penginputan data melalui sistem BRODA. Proses pendaftaran inovasi kini dibagi menjadi tiga langkah sistematis guna memastikan akuntabilitas data:

  1. Informasi Dasar: Mencakup identitas umum inovasi dan kategori yang dipilih.
  2. Klasifikasi & Dokumen Administrasi: Meliputi identitas inovator, waktu implementasi (minimal telah berjalan satu tahun sejak 15 April 2025), serta surat pernyataan implementasi yang sah.
  3. Data Pendukung & Narasi: Penyusunan narasi latar belakang (minimal 200 kata), tautan video inovasi, hingga koordinat lokasi implementasi.

Selain itu, kualitas inovasi akan diukur melalui beberapa indikator kunci, di antaranya Ketersediaan SDM pengelola inovasi, frekuensi Bimtek Inovasi yang telah diikuti dalam dua tahun terakhir, serta ketersediaan Pedoman Teknis atau manual book yang dapat diakses secara daring.

Menuju Puncak Penghargaan

Dengan sisa waktu sekitar 44 hari menuju penutupan fase Inotek Award 2026, Bappeda Ngawi melalui Bidang Litbang berkomitmen untuk segera melakukan kurasi dan pendampingan terhadap inovasi-inovasi potensial di Kabupaten Ngawi.

Melalui sistem monitoring di Dashboard JATIM BERDASI, setiap progres pengajuan—baik yang berstatus “Disetujui”, “Revisi”, maupun “Diproses”—dapat dipantau secara real-time untuk memastikan seluruh administrasi terpenuhi sebelum batas waktu berakhir.

Langkah jemput bola ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah inovasi Ngawi yang masuk dalam “Bank Data” provinsi dan mampu berbicara banyak di kancah Jawa Timur, demi menghadirkan pelayanan publik yang lebih efisien dan berdampak bagi masyarakat.

Scroll to Top