Pemkab Ngawi Usulkan Geoheritage Trinil, Menuju UNESCO Global Geopark Berbasis Fosil Purba


Ngawi, 16 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Bappeda, khususnya Bidang Perekonomian, melaksanakan audiensi, konsultasi, serta penyerahan dokumen usulan penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) Kabupaten Ngawi ke Pusat Survey Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM di Bandung.

Rombongan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Perekonomian bersama Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) diterima langsung oleh Ketua Tim Kerja Warisan Geologi, Tim Kerja Geopark, serta perwakilan PIG. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pengakuan kawasan geologi Ngawi sebagai bagian dari warisan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, dokumen usulan resmi Kabupaten Ngawi telah diterima dan akan segera memasuki tahap verifikasi administrasi oleh Tim Kerja Warisan Geologi. Apabila dinyatakan lengkap, proses akan dilanjutkan dengan verifikasi lapangan pada titik-titik lokasi yang diusulkan sesuai dengan antrean nasional.

Selain itu, Tim Kerja Geopark memberikan arahan agar Kabupaten Ngawi mengangkat tema “Fosil Purba”, dengan fokus utama pada kawasan Trinil yang dikenal sebagai salah satu situs ekskavasi manusia purba bersejarah di Indonesia. Tema ini dinilai memiliki nilai ilmiah dan daya tarik global yang kuat.

Sebagai langkah jangka panjang, Badan Geologi juga mendorong adanya kolaborasi lintas wilayah antara Kabupaten Ngawi, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Blora. Sinergi ini diarahkan untuk mengusulkan kawasan tersebut sebagai UNESCO Global Geopark dengan tema besar kekayaan paleontologi purbakala.

Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi dan melestarikan situs-situs geologi yang ada, tetapi juga membuka peluang pengembangan geowisata berbasis edukasi. Dengan pengelolaan yang optimal, pengembangan geopark diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, memperkuat identitas daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Ngawi.

Scroll to Top