Sampah plastik masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang banyak dijumpai di sekolah. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah plastik dapat mencemari lingkungan dan mengurangi kenyamanan kawasan sekolah. Berangkat dari kondisi tersebut, SMP Negeri 3 Kedunggalar menghadirkan inovasi PELITA SPENTIK (Pengolahan Limbah Plastik untuk Taman Asri SMPN 3 Kedunggalar). Inovasi yang digagas oleh Alfia Ulfa, S.Pd. ini mengajak seluruh warga sekolah untuk mengolah limbah plastik menjadi pot tanaman yang bernilai guna. Melalui program ini, sekolah tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan bersih, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didik melalui kegiatan yang kreatif dan kolaboratif.

PELITA SPENTIK diawali dengan pembiasaan memilah sampah plastik sesuai jenisnya. Berbagai limbah seperti botol minuman, jeriken bekas, ember rusak, galon, hingga kemasan plastik berukuran besar dikumpulkan, dibersihkan, kemudian diolah menjadi pot tanaman yang menarik dan fungsional. Pot-pot hasil daur ulang tersebut dimanfaatkan untuk menanam berbagai tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA), dan tanaman peneduh yang ditempatkan di berbagai sudut sekolah. Hasilnya, lingkungan sekolah menjadi lebih hijau, asri, sekaligus mengurangi jumlah sampah plastik yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Untuk mendukung keberhasilan program, sekolah membentuk tim ekstrakurikuler Green Agents yang berperan sebagai penggerak kegiatan. Tim ini bertugas mengampanyekan pengurangan sampah plastik, mengoordinasikan pembuatan pot tanaman, merawat taman sekolah, serta mengajak seluruh warga sekolah menerapkan budaya peduli lingkungan. Program ini juga terintegrasi dengan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), sehingga peserta didik tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan limbah menjadi produk yang bermanfaat. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar mengenai prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sekaligus mengembangkan kreativitas, tanggung jawab, disiplin, dan semangat gotong royong. Penerapan PELITA SPENTIK memberikan dampak positif bagi sekolah. Volume sampah plastik berkurang, area hijau semakin bertambah, dan lingkungan sekolah menjadi lebih bersih serta nyaman. Program ini juga mendorong keterlibatan guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan.
PELITA SPENTIK membuktikan bahwa limbah plastik dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat sekaligus memperindah lingkungan sekolah. Melalui pemanfaatan sampah plastik sebagai pot tanaman, SMP Negeri 3 Kedunggalar berhasil menggabungkan pengelolaan lingkungan dengan pendidikan karakter secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar menciptakan taman yang asri, inovasi ini berhasil menumbuhkan kesadaran peserta didik untuk lebih peduli terhadap lingkungan, kreatif dalam memanfaatkan barang bekas, dan aktif menjaga kebersihan sekolah. PELITA SPENTIK menjadi contoh inovasi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah sekaligus dapat menginspirasi penerapan pengelolaan sampah di lingkungan yang lebih luas.