Ngawi – Puskesmas Widodaren, Kabupaten Ngawi, menghadirkan inovasi layanan kesehatan berbasis digital melalui program KEBALON (Kelas Balita Online). Program ini diluncurkan sebagai solusi atas rendahnya partisipasi masyarakat dalam kelas balita tatap muka, yang selama ini menjadi salah satu sarana edukasi penting bagi ibu dalam memahami kesehatan, gizi, dan tumbuh kembang anak.

Secara nasional, masalah stunting masih menjadi perhatian serius dengan prevalensi mencapai 21,6 persen pada tahun 2022. Di tingkat lokal, rendahnya kehadiran ibu balita dalam kegiatan kelas disebabkan oleh berbagai faktor, seperti jarak yang jauh, keterbatasan transportasi, hingga kesibukan keluarga. Kondisi ini berdampak pada kurang optimalnya penyampaian informasi kesehatan, yang berpotensi meningkatkan risiko stunting, gizi kurang, hingga rendahnya cakupan imunisasi.
Melalui KEBALON, Puskesmas Widodaren memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform sederhana seperti WhatsApp Group sebagai media utama. Dalam kelas online ini, ibu balita dapat mengakses berbagai materi edukatif berupa video, infografis, dan artikel kesehatan yang disampaikan oleh tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, dan ahli gizi. Selain itu, peserta juga dapat berkonsultasi secara langsung kapan saja tanpa harus menunggu jadwal pertemuan tatap muka.
Keunggulan KEBALON terletak pada kemudahan akses tanpa batas ruang dan waktu, sehingga menjangkau lebih banyak sasaran, termasuk masyarakat di daerah terpencil. Program ini juga memungkinkan keterlibatan anggota keluarga lainnya dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesehatan anak. Dengan biaya yang lebih efisien dan respon yang cepat, layanan ini dinilai lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini.
Melalui implementasi KEBALON, diharapkan pengetahuan ibu balita terkait imunisasi, pemberian MP-ASI, gizi seimbang, hingga stimulasi tumbuh kembang anak dapat meningkat. Program ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. Puskesmas Widodaren optimistis inovasi ini dapat menjadi model layanan kesehatan digital yang berkelanjutan dan mudah direplikasi di wilayah lain.