Ngawi – Puskesmas Ngawi terus berupaya meningkatkan kualitas sistem pemantauan kesehatan masyarakat melalui inovasi berbasis digital. Salah satu terobosan yang dihadirkan adalah SILANDU (Aplikasi Surveilans Terpadu), sebuah aplikasi yang dirancang untuk memperbaiki sistem pelaporan dan analisis data penyakit secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Surveilans epidemiologi memiliki peran penting dalam mendeteksi dini potensi kejadian luar biasa (KLB) serta sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan kesehatan. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaan surveilans di Puskesmas Ngawi masih menghadapi berbagai kendala.

Sebelum hadirnya SILANDU, pengelolaan data surveilans dinilai belum optimal. Petugas masih mengalami kesulitan dalam menyajikan data secara informatif, sehingga tingkat keparahan dan prioritas penyakit belum tergambar dengan jelas. Selain itu, pelaporan mingguan melalui sistem Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) seringkali tidak dilakukan tepat waktu, yang berdampak pada keterlambatan respon terhadap potensi wabah. Permasalahan lain juga terlihat pada rendahnya ketepatan dan kelengkapan laporan Surveilans Terpadu Penyakit (STP). Bahkan, pada tahun 2022, pelaporan STP di Puskesmas Ngawi tercatat belum mencapai target, sehingga data yang seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Analisis data surveilans juga masih terbatas dan belum sepenuhnya mengikuti pedoman epidemiologi, seperti analisis berdasarkan waktu, tempat, dan orang. Akibatnya, pelaksanaan Penyelidikan Epidemiologi (PE) seringkali terlambat karena hanya dilakukan setelah adanya laporan kasus dari fasilitas lain.
Melihat kondisi tersebut, Puskesmas Ngawi mengembangkan SILANDU sebagai solusi inovatif. Aplikasi ini memanfaatkan Microsoft Excel sebagai basis pengolahan data otomatis yang dilengkapi dengan panduan penggunaan dalam format digital. SILANDU memungkinkan petugas kesehatan untuk mengolah data surveilans secara lebih sistematis, sekaligus menyajikan informasi yang lebih mudah dipahami. Melalui SILANDU, data penyakit dapat ditampilkan secara komprehensif berdasarkan waktu kejadian, lokasi penyebaran, serta karakteristik individu yang terdampak. Dengan demikian, petugas dapat dengan cepat mengidentifikasi tren penyakit, menentukan prioritas penanganan, serta mengambil langkah pencegahan secara lebih tepat.
Setelah implementasi SILANDU, terjadi perubahan signifikan dalam sistem surveilans di Puskesmas Ngawi. Pelaporan STP menjadi lebih lengkap dan tepat waktu, sementara penyajian data menjadi lebih informatif dan terstandarisasi. Petugas juga lebih mudah melakukan analisis epidemiologi, sehingga potensi kejadian luar biasa dapat dideteksi lebih dini. Dampak positif lainnya adalah meningkatnya kecepatan respon terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit. Dengan data yang tersedia secara cepat dan akurat, intervensi kesehatan dapat dilakukan lebih awal sebelum kasus berkembang menjadi wabah. Selain itu, SILANDU juga mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran karena didasarkan pada data yang valid dan terintegrasi.
Tidak hanya bagi tenaga kesehatan, inovasi ini juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Informasi terkait kondisi penyakit dan upaya pencegahannya dapat disampaikan dengan lebih cepat, sehingga meningkatkan kewaspadaan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Ke depan, SILANDU direncanakan akan dikembangkan menjadi aplikasi berbasis website agar dapat diakses lebih luas dan mendukung integrasi data antar fasilitas kesehatan. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem surveilans kesehatan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.