Ngawi – Upaya pencegahan kanker payudara dan kanker leher rahim terus diperkuat melalui inovasi layanan kesehatan dengan nama GADIS BELIA (Gerakan Deteksi Dini IVA dan SADARI Bersama Lintas Program) yang diinisiasi oleh Puskesmas Pitu. Program ini hadir sebagai respon atas rendahnya capaian deteksi dini kanker serviks di wilayah tersebut, yang pada tahun 2023 hanya mencapai sekitar 5% dari total sasaran. Inovasi ini mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 29 Tahun 2017 tentang penanggulangan kanker payudara dan kanker leher rahim, yang menekankan pentingnya deteksi dini melalui skrining massal. Selama ini, pemeriksaan IVA dan SADARI umumnya dilakukan atas inisiatif masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan, sehingga cakupan layanan masih terbatas. Kondisi ini mendorong Puskesmas Pitu untuk menghadirkan pendekatan yang lebih aktif dan terintegrasi melalui GADIS BELIA.

Program ini dilaksanakan dengan mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan dalam satu kegiatan, sehingga menjangkau lebih banyak sasaran, khususnya perempuan. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan fisik sebagai tahap awal skrining, dilanjutkan dengan edukasi dan praktik SADARI (Periksa Payudara Sendiri) serta pemeriksaan IVA menggunakan larutan asam asetat untuk mendeteksi dini kanker serviks. Bagi peserta dengan hasil pemeriksaan negatif, petugas memberikan motivasi untuk melakukan pemeriksaan ulang IVA setiap 3 hingga 5 tahun sekali serta rutin melakukan SADARI secara mandiri setelah menstruasi. Sementara itu, jika ditemukan hasil positif pada pemeriksaan SADARI maupun IVA, peserta akan mendapatkan konseling lanjutan dan dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pasien dengan hasil positif juga akan mendapatkan pendampingan dari bidan desa dan tim kesehatan untuk memastikan proses pemantauan berjalan optimal.
Pelaksanaan GADIS BELIA juga didukung oleh kolaborasi lintas program dan tenaga kesehatan di wilayah kerja, sehingga pelayanan menjadi lebih terintegrasi dan efektif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan akses layanan deteksi dini, tetapi juga memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat, khususnya perempuan, mengenai tanda dan gejala kanker payudara serta kanker leher rahim. Selain itu, inovasi ini juga bertujuan meningkatkan kunjungan deteksi dini, memperluas akses pemeriksaan IVA, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan diri.
Dampak yang diharapkan dari implementasi GADIS BELIA adalah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker, sehingga kasus dapat ditemukan lebih awal dan ditangani dengan tepat. Dengan demikian, risiko kematian akibat kanker payudara dan kanker serviks dapat ditekan. Dengan pendekatan yang proaktif dan terintegrasi, GADIS BELIA menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan perempuan serta mendukung upaya penanggulangan kanker di tingkat masyarakat.