Ngawi – UPT Puskesmas Paron menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan bernama GESIT NAIK SAPI (Generasi Sehat dengan Pelayanan Imunisasi Komplit Satu Pintu) sebagai solusi untuk meningkatkan cakupan imunisasi pada bayi dan anak. Inovasi ini lahir sebagai bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang mewajibkan pemerintah memberikan imunisasi lengkap kepada setiap anak sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Imunisasi merupakan langkah preventif penting dalam menjaga kesehatan anak, namun di lapangan cakupannya masih belum optimal. Berbagai kendala masih dihadapi, seperti sulitnya akses ke fasilitas kesehatan, keterbatasan tenaga kesehatan, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi. Selain itu, proses pelayanan yang masih terfragmentasi, mulai dari pendaftaran, pelayanan imunisasi hingga pengambilan obat di tempat yang berbeda, membuat orang tua merasa pelayanan menjadi lama dan melelahkan sehingga menunda bahkan membatalkan imunisasi anak. Di wilayah kerja Puskesmas Paron sendiri, permasalahan yang muncul antara lain cakupan imunisasi dasar lengkap yang masih di bawah target nasional sebesar 95 persen, serta masih banyak anak yang terlambat mendapatkan imunisasi karena orang tua harus datang berulang kali ke fasilitas kesehatan. Kondisi ini berpotensi menurunkan kekebalan kelompok (herd immunity) dan meningkatkan risiko terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti campak, polio, dan difteri.

Sebelum adanya inovasi GESIT NAIK SAPI, pelayanan imunisasi dilakukan secara konvensional dengan alur yang terpisah dan belum terintegrasi. Jadwal pelayanan juga belum tersosialisasi secara luas, edukasi kesehatan tidak selalu diberikan saat pelayanan berlangsung, serta pencatatan data imunisasi masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi mengalami keterlambatan pelaporan. Selain itu, masyarakat harus datang beberapa kali untuk melengkapi imunisasi anak. Namun setelah inovasi ini diterapkan, terjadi perubahan signifikan dalam sistem pelayanan.
Melalui konsep one stop service, seluruh proses pelayanan mulai dari pendaftaran, imunisasi, hingga pengambilan obat dilakukan dalam satu ruangan, yaitu ruang KIA. Dalam satu kunjungan, anak dapat memperoleh jenis imunisasi yang dibutuhkan sesuai jadwal, sehingga lebih efisien dan menghemat waktu. Orang tua juga mendapatkan edukasi kesehatan sambil menunggu giliran, baik melalui leaflet, video, maupun diskusi langsung dengan tenaga kesehatan. Selain itu, program ini didukung dengan pemanfaatan teknologi digital untuk pencatatan data imunisasi secara real-time, sehingga memudahkan pemantauan anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap dan mempercepat tindak lanjut. Sosialisasi program juga dilakukan secara aktif melalui posyandu, pertemuan masyarakat, media sosial, hingga grup komunikasi warga, sehingga informasi jadwal pelayanan dapat diterima dengan lebih luas.
Keunggulan dari GESIT NAIK SAPI terletak pada kemudahan akses layanan, efisiensi waktu, serta integrasi antara pelayanan dan edukasi dalam satu sistem. Inovasi ini juga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat karena proses pelayanan menjadi lebih cepat, nyaman, dan tidak berbelit. Selain itu, penggunaan teknologi digital membuat sistem pencatatan menjadi lebih akurat dan terpantau secara berkelanjutan. Dampak dari implementasi inovasi ini mulai terlihat dari meningkatnya cakupan imunisasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi bagi anak. Orang tua menjadi lebih rutin membawa anak ke fasilitas kesehatan sesuai jadwal, sehingga upaya pencegahan penyakit menular dapat berjalan lebih optimal. Dengan demikian, GESIT NAIK SAPI tidak hanya mempermudah layanan imunisasi, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan serta memperkuat sistem pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas.