Bappeda Kabupaten Ngawi Perkuat Sinergi Lintas Sektor dalam Workshop Strategi Menuju Eliminasi ATM Tahun 2030

Dalam mendukung implementasi ASTA CITA Presiden Republik Indonesia, khususnya Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Wins) ketiga yang berfokus pada percepatan penuntasan kasus Tuberkulosis (TBC), Bappeda Kabupaten Ngawi mengikuti Workshop Strategi Menuju Eliminasi AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) Tahun 2030 dan Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya, 23–25 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Regional Support to Strengthen Health Systems (RSSH) AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) di Provinsi Jawa Timur yang difasilitasi oleh ADINKES dan didampingi oleh Bappeda Provinsi Jawa Timur sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan eliminasi AIDS, TBC, dan Malaria menuju target tahun 2030.

Workshop dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur Moh. Yasin dan diikuti oleh perwakilan dari 27 kabupaten/kota di Jawa Timur yang terdiri atas unsur Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta BAZNAS.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas perangkat daerah dalam mendukung percepatan eliminasi TBC sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan nasional. Selain membahas implementasi kebijakan nasional dan Provinsi Jawa Timur terkait eliminasi AIDS, TBC, dan Malaria, workshop juga menekankan pentingnya penguatan tata kelola perencanaan, penganggaran, serta pemanfaatan berbagai sumber pendanaan untuk mendukung keberlanjutan program.

Berbagai strategi yang dibahas dalam workshop meliputi implementasi kebijakan eliminasi ATM di daerah, penguatan komitmen penganggaran pemerintah daerah, optimalisasi alokasi dan realisasi anggaran program pencegahan dan penanggulangan ATM yang bersumber dari dana desa, serta pemanfaatan pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk dukungan dunia usaha terhadap percepatan eliminasi ATM.

Selain itu, peserta juga memperoleh pembahasan mengenai pentingnya pemadanan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan data kasus ATM sebagai dasar pemberian bantuan sosial kepada masyarakat terdampak yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai dengan desil 4. Melalui integrasi data tersebut, diharapkan penyaluran bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat jejaring dukungan bagi masyarakat terdampak.

Workshop menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan oleh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan. Salah satu fokus utama adalah penyusunan langkah-langkah strategis dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan percepatan eliminasi TBC melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Sebagai bentuk komitmen bersama, 27 kabupaten/kota di Jawa Timur menyepakati beberapa langkah strategis, yaitu mengoptimalkan penganggaran dana desa melalui aplikasi Siskeudes untuk mendukung kegiatan spesifik penanggulangan TBC, membentuk Desa Siaga TBC dengan minimal satu desa percontohan pada setiap kecamatan, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap progres eliminasi TBC melalui Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB). Keikutsertaan Bappeda Kabupaten Ngawi dalam workshop ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi koordinasi perencanaan pembangunan daerah melalui sinergi lintas sektor, sehingga program percepatan eliminasi TBC dapat terintegrasi dalam dokumen perencanaan, penganggaran, serta pelaksanaan pembangunan daerah. Dengan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat, diharapkan target eliminasi TBC pada tahun 2030 dapat tercapai sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Ngawi.

Scroll to Top