Ngawi – Transformasi digital dalam pelayanan publik terus menunjukkan perkembangan positif di daerah. Salah satu inovasi yang kini menjadi sorotan adalah CERITA (Cermat, Ringkas, Tertata) yang dikembangkan oleh Kelurahan Karangtengah, Kabupaten Ngawi. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas berbagai kendala pelayanan konvensional yang selama ini dirasakan masyarakat, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan transparan.

Sebelum inovasi ini diterapkan, proses pelayanan administrasi di Kelurahan Karangtengah masih dilakukan secara manual. Masyarakat harus datang langsung ke kantor kelurahan dengan membawa dokumen fisik, kemudian mengantre untuk proses verifikasi yang kerap memakan waktu cukup lama. Selain itu, keterbatasan jumlah sumber daya manusia serta belum adanya sistem pelacakan dokumen membuat pelayanan menjadi kurang optimal dan sering menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat.
Melihat kondisi tersebut, Kelurahan Karangtengah berinisiatif menghadirkan inovasi CERITA sebagai bentuk pembaruan pelayanan berbasis teknologi. Melalui sistem ini, masyarakat kini dapat mengakses layanan administrasi secara daring melalui platform web dan WhatsApp resmi kelurahan. Berbagai layanan seperti pengajuan surat domisili, surat usaha, hingga surat pengantar nikah dapat dilakukan dengan lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kantor. Tak hanya itu, sistem ini juga dilengkapi dengan fitur pelacakan status permohonan secara real-time, sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan dokumen mereka secara transparan.
Inovasi CERITA tidak hanya berfokus pada digitalisasi, tetapi juga mengedepankan prinsip inklusivitas. Pemerintah kelurahan mengombinasikan layanan online dengan sistem “jemput bola” bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses, seperti lansia, penyandang disabilitas, maupun warga yang sedang sakit. Dengan pendekatan ini, seluruh lapisan masyarakat tetap dapat merasakan manfaat pelayanan publik tanpa terkecuali.
Dari sisi keunggulan, CERITA mengusung tiga prinsip utama, yaitu cermat, ringkas, dan tertata. Proses pelayanan menjadi lebih cepat dan tepat sasaran, bahkan mampu mengurangi waktu tunggu hingga 50 persen. Selain itu, sistem yang digunakan tergolong ringan dan dapat diakses melalui perangkat smartphone dengan koneksi internet minimal. Setiap permohonan juga dilengkapi dengan nomor registrasi unik sehingga proses administrasi menjadi lebih terstruktur dan meminimalkan risiko kehilangan berkas.
Sebagai bentuk kebaruan, inovasi ini juga dilengkapi dengan fitur chatbot berbasis WhatsApp yang dapat memberikan panduan otomatis kepada masyarakat, serta notifikasi SMS bagi warga yang belum menggunakan aplikasi pesan instan. Integrasi sistem dengan database kabupaten turut mendukung keakuratan data serta menghindari duplikasi administrasi.
Sejak mulai diuji coba pada Januari 2024 dan resmi diimplementasikan pada Maret 2024, inovasi CERITA telah memberikan dampak yang signifikan. Pelayanan menjadi lebih efisien, biaya operasional berkurang, dan tingkat kepuasan masyarakat meningkat. Warga tidak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam di kantor kelurahan hanya untuk mengurus dokumen administratif.
Keberhasilan implementasi inovasi ini juga terlihat dari tingginya minat daerah lain untuk mereplikasi sistem CERITA. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya efektif, tetapi juga adaptif untuk diterapkan di berbagai wilayah dengan kondisi yang serupa.
Hadirnya CERITA menjadi bukti bahwa transformasi digital dapat dimulai dari tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara optimal, pelayanan publik dapat menjadi lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Ke depan, inovasi ini diharapkan terus berkembang dengan penambahan fitur baru serta integrasi layanan yang lebih luas, sehingga mampu mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang modern dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.