Komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam memperkuat ketahanan pangan diwujudkan melalui inovasi bertajuk JUMPA SARAH (Jumat Pagi Gelar Pasar Pangan Murah). Inisiatif yang digagas oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan akses pangan pokok yang terjangkau dan berkualitas langsung ke tengah masyarakat. Diselenggarakan secara rutin setiap hari Jumat di lokasi strategis, pasar murah ini membuka ruang bagi warga, khususnya keluarga berpenghasilan rendah, untuk mendapatkan bahan pangan penting seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga yang lebih murah dari pasaran umum.
Kegiatan JUMPA SARAH berjalan berkat sinergi antara petani lokal, kelompok tani, gapoktan, dan Toko Tani Indonesia Center (TTIC) yang berperan sebagai penyedia dan pendistribusi produk dari hulu ke hilir. Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) menjadi salah satu komoditas unggulan yang disalurkan untuk menekan harga dan menjaga stok. Selain memberikan kemudahan bagi konsumen, program ini sekaligus menjadi wadah pemasaran bagi para pelaku usaha tani dan pelaku pangan lokal, memperkuat siklus produksi dan konsumsi pangan berbasis wilayah.
Lebih dari sekadar pasar murah, JUMPA SARAH juga berperan sebagai alat pengendalian inflasi daerah. Dengan menstabilkan pasokan bahan pangan utama pada momen-momen strategis seperti menjelang hari besar keagamaan dan musim paceklik, pemerintah turut menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, kegiatan ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya memilih produk sehat, segar, dan terjangkau. Tak heran, setiap Jumat, agenda ini selalu ditunggu-tunggu warga karena dampaknya langsung terasa di dapur rumah tangga.
Dukungan Bappeda Kabupaten Ngawi terhadap inovasi ini menegaskan bahwa penguatan sistem pangan lokal harus berjalan seiring inovasi pelayanan publik yang adaptif dan humanis. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berencana memperluas cakupan JUMPA SARAH hingga ke wilayah kecamatan dan desa, serta menambah jenis produk yang ditawarkan—mulai dari sayuran, buah lokal, hingga olahan UMKM. Harapannya, JUMPA SARAH dapat menjadi model kolaborasi yang inklusif antara pemerintah, petani, distributor, dan masyarakat, guna menciptakan ekosistem pangan yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan di Kabupaten Ngawi.