Perumda Air Minum Tirto Kertonegoro Kabupaten Ngawi meluncurkan inovasi Operasi Patuh Tirta Angge sebagai upaya menekan tingkat kebocoran air atau non-revenue water (NRW) yang selama ini menjadi tantangan besar dalam layanan air minum. Kebocoran air bukan hanya soal teknis, tetapi juga berdampak pada pendapatan perusahaan dan kualitas layanan kepada masyarakat.

Melalui inovasi ini, PDAM menerapkan pendekatan ganda, yakni penanganan teknis dan administratif. Dari sisi teknis, kebocoran sering muncul akibat pipa bocor, sambungan ilegal, maupun manipulasi meter air. Sedangkan dari sisi administratif, masalah muncul karena adanya pelanggan yang tidak tercatat, data yang tidak akurat, atau tunggakan pembayaran. Untuk itu, PDAM membentuk tim lapangan khusus yang terdiri dari petugas teknis, administrasi, dan pengawasan. Mereka melakukan pemetaan wilayah rawan kebocoran, pemeriksaan sambungan pelanggan, serta pengecekan meter air dengan bantuan teknologi deteksi kebocoran.
Tidak hanya menindak, Operasi Patuh Tirta Angge juga mengedepankan pendekatan edukatif. Pelanggan yang melakukan pelanggaran tidak langsung dikenai sanksi, melainkan diberikan pemahaman mengenai dampak kebocoran air baik bagi perusahaan maupun masyarakat. Cara ini diharapkan dapat membangun kesadaran pelanggan untuk ikut menjaga instalasi serta mematuhi aturan penggunaan air. Hasil awal menunjukkan adanya penurunan kebocoran air di beberapa zona pelayanan, menurunnya jumlah pelanggaran pelanggan, dan percepatan penanganan gangguan teknis.
Inovasi ini bukan hanya berorientasi pada efisiensi perusahaan, tetapi juga membangun budaya tertib dan tanggung jawab bersama antara PDAM dan pelanggan. Dengan berjalannya Operasi Patuh Tirta Angge, efisiensi operasional meningkat, distribusi air lebih berkelanjutan, dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan air minum semakin kuat. Komitmen PDAM Ngawi melalui program ini membuktikan bahwa pengelolaan air bukan hanya soal distribusi, tetapi juga soal keberlanjutan dan keadilan dalam pemanfaatan sumber daya air bagi seluruh masyarakat.