Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, kembali menghidupkan kearifan lokal dengan cara yang unik dan menyenangkan. Program SARUNG SABLON (Sambang Lurung Sabtu Kliwon) mengajak warga melakukan tradisi kunjung antarwarga setiap Sabtu Kliwon. Warga tidak hanya saling bersilaturahmi, tetapi juga membangun kebersamaan, berbagi informasi, serta memperkuat ikatan sosial. Dalam suasana santai, kegiatan ini berkembang menjadi ruang edukasi interaktif, kampanye kesehatan, hingga wadah penyaluran aspirasi masyarakat. Tradisi sederhana pun menjelma menjadi inovasi desa yang menyentuh hati.

Setiap Sabtu Kliwon, pemerintah desa menggerakkan warga untuk berbagi cerita, ide, dan masalah di tingkat dusun. Tokoh masyarakat, pemuda kampung, dan perangkat desa ikut hadir membaur dalam pertemuan. Mereka menyampaikan informasi pembangunan, memfasilitasi diskusi, dan merumuskan solusi lokal. Warga aktif menyampaikan aspirasi, sementara pemerintah desa mendengar langsung kebutuhan nyata masyarakat. Tradisi ini menjadi platform dialog berbasis budaya yang memperkuat demokrasi lokal.
Hasilnya terlihat jelas. Interaksi antarwarga menjadi lebih hangat, dan partisipasi dalam kegiatan desa meningkat pesat. Warga tidak lagi pasif menunggu informasi melalui baliho atau selebaran, melainkan terlibat langsung dalam forum sambang. Setiap keluarga merasa lebih dekat, lebih mengenal tetangga, dan siap membantu ketika masalah muncul. Program ini juga membuka peluang edukasi bergilir, pengembangan UMKM, hingga kerja sama dengan sekolah maupun lembaga pemuda. Semangat gotong royong pun tumbuh kembali, menjadikan Sabtu Kliwon sebagai hari yang ditunggu-tunggu.
Ke depan, SARUNG SABLON bisa berkembang menjadi gerakan kultural yang lebih luas. Desa berpeluang mengemas tradisi ini sebagai agenda wisata budaya, memperkuat promosi UMKM lokal, serta memperluas kolaborasi lintas generasi. Pemerintah desa siap memperkaya kegiatan dengan program tematik seperti literasi digital, pelatihan ekonomi kreatif, atau kampanye lingkungan. Sabtu Kliwon di Campurasri kini bukan hanya soal keakraban, tetapi juga langkah nyata menuju perubahan positif yang berakar pada budaya lokal.