LENTERA: Legundi Progresif Bercocok Tembakau di Musim Ketiga—Panen Melimpah, Aroma Harum!

Desa Legundi kembali mencuri perhatian melalui inovasi LENTERA (Legundi Maju Pertanian Tembakau dan Bawang Merah). Program ini mengandalkan strategi cerdas memilih masa tanam ketiga untuk tembakau, yaitu setelah musim penghujan saat tanah masih lembap dan sinar matahari cukup. Petani memanfaatkan kondisi ini untuk menanam tembakau yang tumbuh lebih sehat, lebih harum, dan berdaun berkualitas tinggi. Dengan langkah ini, Legundi membuktikan bahwa petani mampu membaca iklim dan tanah lokal untuk mengoptimalkan hasil panen.

Inovasi LENTERA tidak hanya menekankan waktu tanam, tetapi juga menggabungkan tradisi dengan teknologi modern. Petani memilih bibit unggul, menerapkan pemupukan tepat sasaran, serta mengatur panen dan pengeringan dengan cermat. Hasilnya, tembakau Legundi tidak hanya melimpah, tetapi juga beraroma khas dan digemari pasar. Produk ini berhasil menarik pembeli dari wilayah lokal maupun regional, sekaligus mengangkat perekonomian desa. Legundi pun semakin dikenal sebagai desa dengan pertanian unggul.

Selain tembakau, warga Legundi mengembangkan bawang merah sebagai alternatif pendapatan. Mereka menanam bawang merah saat tembakau belum memasuki tahap intensif, sehingga lahan tetap produktif sepanjang tahun. Sistem tanam bergilir ini menjadikan desa lebih efisien dan stabil. Petani tidak lagi hanya mengandalkan satu komoditas, melainkan memperoleh sumber pendapatan ganda. Diversifikasi ini memperkuat ekonomi desa sekaligus menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik.

Melihat keberhasilan tersebut, LENTERA berpotensi terus berkembang. Desa Legundi menyiapkan penguatan kelompok tani, mempercepat pemasaran digital, dan mendorong pelatihan bagi generasi muda agar siap melanjutkan tradisi bertani inovatif. Dengan semangat gotong royong, LENTERA bisa menjadi contoh pertanian unggul di Ngawi, di mana inovasi tumbuh dari akar desa dan membawa warganya menuju kesejahteraan bersama.

Scroll to Top