Akselerasi Pembangunan Ngawi: Bupati Ony Anwar Fokuskan CSR 2026 untuk Transformasi Sanitasi Sekolah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat sinergi dengan sektor swasta untuk memacu pembangunan daerah. Bertempat di Aula Ruang Kerja Bupati (Mall Pelayanan Publik), Senin (23/2/2026), Bupati Ngawi secara resmi membuka Rapat Persiapan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).

Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Kepala Bappeda, Kepala DPPTK, Kepala DPMPTSP, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), hingga Ketua Forum TJSP Kabupaten Ngawi. Fokus utama pertemuan ini adalah menyelaraskan kontribusi perusahaan dengan program prioritas daerah guna menciptakan dampak sosial yang lebih terukur dan berkelanjutan.

Fokus Utama: Sanitasi Sekolah Sebagai Investasi Masa Depan

Dalam arahannya, Bupati Ngawi menetapkan sarana dan prasarana (sarpras) sanitasi sekolah untuk jenjang SD dan SMP sebagai program pilihan utama di tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan lingkungan belajar yang sehat dan layak bagi generasi muda Ngawi. Bupati menekankan bahwa kualitas sanitasi adalah fondasi penting dalam mendukung kesehatan siswa yang berbanding lurus dengan prestasi akademik.

Optimalisasi Potensi dan Mekanisme Komitmen

Guna memastikan program ini berjalan maksimal, Bupati menginstruksikan mekanisme komunikasi yang lebih intensif dengan mitra perusahaan. DPMPTSP dan DPPTK ditunjuk sebagai motor penggerak dalam menjalin koordinasi dengan para investor. Selain itu, pemerintah juga akan merujuk pada data Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terkait potensi pajak perusahaan yang dapat dialokasikan untuk CSR, dengan proyeksi maksimal sebesar 5%.

Transparansi dan Pengawasan Ketat

Sebagai bentuk akuntabilitas, Pemerintah Kabupaten Ngawi segera mengaktifkan menu pelaporan CSR pada sistem digital di DPMPTSP dan DPPTK. Integrasi data ini bertujuan agar setiap kontribusi perusahaan terdokumentasi dengan transparan. Tak hanya itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) diminta berperan aktif dalam mengawasi realisasi fisik di lapangan, memastikan bahwa pembangunan sanitasi sekolah tepat sasaran dan berkualitas tinggi.

Melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, Musrenbang TJSP 2026 diharapkan menjadi titik balik penguatan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Ngawi melalui skema gotong royong yang modern.

Scroll to Top