NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mematangkan langkah strategis dalam menyongsong pembangunan berkelanjutan. Bertempat di Pendopo Wedya Graha, Kamis (5/3/2026), Bupati Ngawi memimpin langsung jalannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSP) Tahun 2026.

Mengusung tema besar “Smart Collaboration Dunia Usaha untuk Generasi Bangsa”, forum ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menyelaraskan visi. Agenda utama yang mencuri perhatian dalam pertemuan ini adalah komitmen besar untuk melakukan akselerasi pada program sanitasi sekolah di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.
Bupati Ngawi menegaskan bahwa lingkungan pendidikan yang sehat bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan fondasi utama dalam mencetak generasi emas. “Kolaborasi cerdas dengan dunia usaha melalui program TJSP diharapkan mampu menutup celah kebutuhan infrastruktur sanitasi yang layak. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan anak-anak kita,” ungkapnya dalam acara yang digelar secara hybrid tersebut.


Diskusi yang berlangsung dinamis ini dipandu langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ngawi. Kehadiran Sekda sebagai moderator memastikan setiap gagasan dari pelaku usaha dan stakeholder dapat terakomodasi secara terarah dalam dokumen perencanaan pembangunan 2026.
Tak hanya soal infrastruktur, aspek regulasi juga menjadi perhatian serius. Musrenbang kali ini menghadirkan narasumber dari Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ngawi. Kehadiran otoritas pajak ini memberikan perspektif baru bagi para pengusaha mengenai integrasi pembangunan daerah dengan kepatuhan serta insentif perpajakan, sehingga kolaborasi yang terjalin bersifat saling menguntungkan (win-win solution).

Dengan adanya sinkronisasi antara kebijakan pemerintah dan kepedulian dunia usaha, Musrenbang TJSP 2026 ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya sekolah-sekolah di Ngawi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki standar kesehatan lingkungan yang mumpuni.