Siap Cetak Startup Unggulan, BRIN Kenalkan Skema Pendanaan RIIM Startup untuk Inovasi di Daerah

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus berupaya memperkuat ekosistem inovasi di daerah. Langkah ini ditegaskan dengan partisipasi aktif Bappeda Ngawi dalam agenda “Sosialisasi Skema RIIM Startup sebagai Upaya Mendorong Riset dan Inovasi Daerah” yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara daring pada Selasa (10/03/2026).

Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran analis kebijakan Bappeda Ngawi ini menjadi sangat strategis mengingat potensi besar Indonesia dalam kancah teknologi global. Merujuk pada data terbaru, Indonesia saat ini menempati peringkat ke-6 dunia dengan jumlah perusahaan rintisan (startup) terbanyak. Melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Startup, BRIN berupaya memastikan inovasi tidak hanya berpusat di kota besar, tetapi juga tumbuh subur dari riset-riset unggulan di daerah.

Skema Pendanaan dan Pembinaan Berkelanjutan Skema RIIM Startup hadir sebagai jawaban atas tantangan permodalan dan pembinaan bagi pelaku inovasi berbasis riset. Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga pendampingan intensif. Penerima manfaat RIIM Startup nantinya diwajibkan untuk mengisi laporan progres bulanan melalui sistem eRispro LPDP dan mengikuti coaching rutin oleh tim ahli dari BRIN.

“Program ini merupakan peluang besar bagi para inovator di Ngawi untuk mengubah hasil riset menjadi produk komersial yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar perwakilan Bappeda Ngawi di sela-sela kegiatan tersebut. Dengan dukungan pemerintah pusat, diharapkan hambatan teknis dan manajerial yang sering dihadapi startup pemula dapat teratasi.

Digitalisasi Pengajuan Melalui Satu Pintu Untuk mempermudah akses, BRIN telah mendigitalisasi seluruh proses pengajuan proposal melalui laman resmi pendanaan-risnov.brin.go.id. Skema ini terbuka bagi berbagai bidang, mulai dari teknologi kesehatan, pangan, energi, hingga ekonomi digital. Fokus utamanya adalah memastikan riset yang dihasilkan memiliki keberlanjutan bisnis dan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui partisipasi dalam sosialisasi ini, Bappeda Ngawi berkomitmen untuk meneruskan informasi dan melakukan pendampingan bagi para calon startup di wilayah Ngawi agar mampu bersaing di level nasional. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi ekonomi kreatif berbasis data dan riset di Kabupaten Ngawi, sejalan dengan visi transformasi digital nasional.

Scroll to Top