
Senin, 2 Februari 2026, Kepala Bappeda didampingi Sekretaris dan Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (Kabid Rendalev) mengikuti Rapat Entry Meeting Evaluasi SPIP Tahun 2026 yang dilaksanakan secara virtual dari Ruang Rapat Bupati Ngawi, MPP di Kabupaten Ngawi.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPKP Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota se-Jawa Timur yang berjumlah 38 daerah. Entry meeting ini menjadi tahap awal dalam pelaksanaan evaluasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi tahun 2026.
Dalam arahannya, Kepala BPKP Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa evaluasi SPIP terintegrasi tahun 2026 difokuskan pada aspek perencanaan dan penganggaran. Tujuan utama evaluasi ini adalah untuk menilai tingkat efektivitas dan efisiensi program dan kegiatan dalam mendukung pencapaian sasaran strategis pemerintah daerah atau ultimate outcome pembangunan.
Lebih lanjut, evaluasi dilakukan secara tematik dengan fokus pada lima sektor prioritas pembangunan, yaitu:
- Pendidikan
- Kesehatan
- Penanggulangan kemiskinan
- Penurunan stunting
- Ketahanan pangan
Kelima tema tersebut dipilih sebagai representasi isu strategis nasional dan daerah yang memerlukan pengendalian serta manajemen risiko yang baik agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


Selain itu, disampaikan pula timeline pelaksanaan evaluasi secara rinci. Tahapan pemenuhan bukti dukung serta uji efektivitas dan efisiensi program direncanakan berlangsung mulai awal Maret hingga akhir Mei 2026. Seluruh perangkat daerah diharapkan dapat mempersiapkan dokumen dan data pendukung secara tepat waktu dan akurat guna mendukung kelancaran proses evaluasi.
Dalam konteks ini, Bappeda memiliki peran strategis sebagai koordinator perencanaan daerah. Bappeda bertanggung jawab untuk memetakan peran perangkat daerah yang mendukung lima tema utama evaluasi SPIP terintegrasi, sekaligus memastikan keterkaitan antara dokumen perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Pemerintah Kabupaten Ngawi dapat meningkatkan kualitas implementasi SPIP secara terintegrasi, memperkuat manajemen risiko, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel.
Kegiatan entry meeting berlangsung dengan tertib dan lancar serta menjadi langkah awal yang penting dalam rangkaian evaluasi SPIP Tahun 2026 di lingkungan pemerintah daerah.