NGAWI – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) sukses menggelar hari kedua tahap penjurian Ajang Kompetisi Inovasi dan Riset (AKAR) Ngawi pada Selasa, 19 Mei 2026. Meskipun kompetisi masih dilaksanakan secara daring melalui media Zoom Meeting, atmosfer antusiasme yang terpancar dari para peserta justru semakin memuncak.

Berbeda dengan hari pertama, jalannya penjurian hari kedua ini didominasi oleh gagasan-gagasan segar di sektor pendidikan serta sosial dan budaya. Panggung kompetisi kali ini benar-benar menjadi milik para pelajar dan inovator muda Kabupaten Ngawi. Dengan penuh percaya diri, mereka memaparkan berbagai terobosan kreatif yang dirancang untuk menjawab tantangan zaman sekaligus melestarikan nilai-nilai lokal.
Mentalitas dan semangat juang para pelajar ini patut diacungi jempol. Di hadapan dewan juri yang terdiri dari para pakar lintas sektor—mulai dari Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Jawa Timur, kalangan Akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS), hingga praktisi media dari JTV Madiun—para peserta mampu mempresentasikan karya mereka secara lugas, komprehensif, dan penuh antusias.

Selain menjadi wadah apresiasi riset lokal, ajang AKAR Ngawi 2026 ini juga diproyeksikan sebagai batu loncatan yang strategis. Melalui kompetisi ini, Bappeda Kabupaten Ngawi menaruh harapan besar agar inovasi-inovasi terbaik yang lahir dari bumi Ngawi ramah tidak hanya berhenti di tingkat pencapaian daerah, melainkan mampu menembus dan bersaing di level yang lebih tinggi, yakni dalam ajang Jagad Inovasi Jawa Timur.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem inovasi daerah, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan ruang tatap muka bukanlah penghalang bagi generasi muda Ngawi untuk terus berprestasi dan berdampak bagi masyarakat.