Perencanaan keluarga yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas. Namun, masih terdapat tantangan dalam penyampaian informasi mengenai Keluarga Berencana (KB), kesehatan reproduksi, serta kesiapan pernikahan karena informasi yang tersedia masih tersebar dan belum mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan kehamilan, penggunaan alat kontrasepsi, serta kesiapan calon pengantin dapat berdampak pada meningkatnya risiko kehamilan tidak direncanakan, pernikahan usia dini, hingga permasalahan kesehatan seperti stunting. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pelayanan yang mampu memberikan informasi secara cepat, mudah, dan tepat sasaran. Melalui kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi SIMPELGA (Sistem Pelayanan Edukasi Keluarga Berencana). Inovasi yang diinisiasi oleh Eko Budianto ini memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan layanan edukasi, informasi, serta konsultasi terkait program KB dan persiapan keluarga secara lebih efektif.

SIMPELGA merupakan inovasi pelayanan publik berbasis digital yang bertujuan mengubah sistem pelayanan KB dari yang sebelumnya dilakukan secara konvensional menjadi lebih modern dan mudah dijangkau masyarakat. Melalui platform ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi mengenai keluarga berencana, kesehatan reproduksi, serta persiapan menjadi keluarga yang berkualitas. Salah satu layanan utama dalam SIMPELGA adalah pusat edukasi dan informasi keluarga berencana. Masyarakat dapat mengakses berbagai materi mengenai metode kontrasepsi, kesehatan reproduksi, pola asuh anak, serta pentingnya pemenuhan kebutuhan pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penyediaan informasi melalui media digital diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tanpa terbatas oleh waktu dan lokasi. Selain memberikan edukasi, SIMPELGA juga menyediakan layanan khusus bagi calon pengantin. Melalui fitur ini, calon pengantin dapat memperoleh informasi mengenai kesiapan pernikahan, melakukan skrining kesehatan awal, serta mendapatkan edukasi mengenai kesiapan fisik, mental, dan finansial sebelum membangun keluarga. Inovasi ini juga mendukung tenaga penyuluh KB dan pemerintah dalam mengelola data program keluarga berencana. Melalui sistem informasi yang lebih tertata, data capaian program KB, kebutuhan pelayanan, serta kondisi masyarakat dapat dipantau dengan lebih mudah. Data tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran. Fitur konsultasi digital menjadi salah satu keunggulan SIMPELGA karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi langsung dengan penyuluh KB maupun tenaga kesehatan. Masyarakat dapat berkonsultasi mengenai permasalahan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi dengan lebih nyaman serta mendapatkan arahan dari pihak yang kompeten. Pelaksanaan SIMPELGA juga membutuhkan kerja sama berbagai pihak, seperti DP3AKB, Dinas Kesehatan, KUA, puskesmas, dan tenaga pendamping keluarga. Kolaborasi tersebut bertujuan agar pelayanan keluarga berencana dapat berjalan secara terpadu dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan adanya SIMPELGA, pelayanan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan proses lebih panjang dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien. Masyarakat tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam memperoleh informasi, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengambil keputusan yang lebih baik terkait perencanaan keluarga.
Inovasi SIMPELGA (Sistem Pelayanan Edukasi Keluarga Berencana) menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan menyediakan layanan edukasi, konsultasi, dan pengelolaan data secara terpadu, SIMPELGA mampu membantu masyarakat memahami pentingnya perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi. Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat semakin sadar dalam merencanakan kehidupan berkeluarga, calon pengantin lebih siap membangun keluarga sehat, serta upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak dini. SIMPELGA menjadi salah satu bentuk transformasi digital pelayanan pemerintah dalam mewujudkan keluarga Kabupaten Ngawi yang sehat, mandiri, dan berkualitas.