Hipertensi merupakan kondisi meningkatnya tekanan darah yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan tidak sehat, konsumsi garam berlebih, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, dan stres. Penyakit ini perlu mendapat perhatian karena tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung, ginjal, dan organ tubuh lainnya. Masih adanya masyarakat yang belum rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah menjadi tantangan dalam mendeteksi hipertensi sejak dini. Oleh karena itu, PKM Paron menghadirkan inovasi BU KADER TUKU SKUTER (Bersama Kader Tingkatkan Kunjungan dan Skrining Penderita Hipertensi) sebagai upaya meningkatkan jangkauan pemeriksaan hipertensi dengan melibatkan peran kader kesehatan.

BU KADER TUKU SKUTER mendorong keterlibatan kader dalam meningkatkan kunjungan dan skrining hipertensi di masyarakat. Kader berperan membantu mengajak serta mengarahkan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah sehingga penderita hipertensi dapat diketahui dan ditangani lebih awal. Selain meningkatkan skrining, inovasi ini juga mendukung edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Masyarakat didorong untuk mengurangi konsumsi garam, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga berat badan, menerapkan pola makan bergizi seimbang, serta menghindari rokok. Bagi penderita hipertensi, pemeriksaan dan pengobatan secara teratur diperlukan untuk membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kolaborasi bersama kader membuat pelayanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat. Melalui peningkatan kunjungan dan pemeriksaan, pemantauan penderita hipertensi dapat dilakukan secara lebih optimal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.
BU KADER TUKU SKUTER menjadi inovasi PKM Paron dalam meningkatkan skrining dan pengendalian hipertensi melalui keterlibatan kader kesehatan. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan capaian pemeriksaan hipertensi, mendorong deteksi dini, serta membantu menurunkan angka penderita hipertensi di Masyarakat.