SADOSAMI SACETING : Gerakan Donasi Pangan Bergizi untuk Percepatan Pencegahan Stunting di Kecamatan Sine

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius karena dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara fisik maupun kemampuan kognitif. Anak yang mengalami stunting berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, keterlambatan perkembangan, serta berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan gizi yang cukup, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Ibu hamil, ibu menyusui, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan balita menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena kebutuhan gizi pada masa tersebut sangat menentukan tumbuh kembang anak. Melihat masih adanya Keluarga Berisiko Stunting (KRS) di wilayah Kecamatan Sine, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi lemah yang belum mendapatkan dukungan pemenuhan gizi secara optimal, Balai Penyuluhan KB Kecamatan Sine menghadirkan inovasi SADOSAMI SACETING (Satu Donasi Satu Minggu untuk Sasaran Cegah Stunting). Inovasi ini menjadi gerakan sosial melalui pengumpulan donasi bahan pangan bergizi dari ASN dan masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sasaran stunting.

SADOSAMI SACETING merupakan inovasi pelayanan publik di bidang kesehatan yang mengusung konsep kepedulian bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting. Program ini dilakukan dengan menghimpun donasi bahan pangan bergizi dari ASN di lingkungan Kecamatan Sine serta para donatur yang peduli terhadap pencegahan stunting. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara rutin setiap satu minggu sekali, yaitu setiap hari Senin setelah pelaksanaan apel pagi. Para ASN mengumpulkan berbagai bahan pangan yang memiliki kandungan gizi, seperti telur, buah-buahan, sayuran, protein hewani, dan protein nabati. Donasi yang terkumpul kemudian dikemas dan disalurkan kepada keluarga sasaran stunting yang membutuhkan.

Dalam pelaksanaannya, Balai Penyuluh KB Kecamatan Sine bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta stakeholder terkait. Setelah bahan pangan dikumpulkan, Penyuluh KB mendistribusikan bantuan melalui desa yang kemudian diteruskan oleh kader TPK kepada keluarga sasaran. Selain pemberian bantuan pangan, kader juga melakukan pendampingan dan memberikan motivasi kepada keluarga agar mampu menerapkan pola makan bergizi dalam kehidupan sehari-hari. SADOSAMI SACETING hadir sebagai bentuk perhatian terhadap masih adanya keluarga berisiko stunting yang belum memiliki dukungan pemenuhan gizi secara memadai. Program ini memprioritaskan keluarga dengan kondisi ekonomi yang sangat lemah sehingga bantuan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan nutrisi ibu dan anak.

Selain membantu pemenuhan kebutuhan pangan, inovasi ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Melalui keterlibatan ASN, masyarakat, pemerintah desa, dan kader pendamping keluarga, upaya penurunan stunting dapat dilakukan secara lebih kolaboratif dan berkelanjutan. Keberadaan SADOSAMI SACETING memberikan manfaat tidak hanya bagi keluarga penerima bantuan, tetapi juga bagi masyarakat secara luas. Dengan meningkatnya pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting, diharapkan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, serta kualitas hidup anak dapat meningkat sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Inovasi SADOSAMI SACETING (Satu Donasi Satu Minggu untuk Sasaran Cegah Stunting) merupakan bentuk kepedulian sosial dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kecamatan Sine. Melalui kegiatan pengumpulan dan penyaluran bahan pangan bergizi secara rutin, program ini membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga berisiko stunting, terutama yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan jumlah keluarga berisiko stunting dapat terus menurun serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi semakin meningkat. SADOSAMI SACETING menjadi contoh bahwa gerakan sederhana berbasis kepedulian bersama dapat memberikan dampak positif dalam menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting di Kabupaten Ngawi.

Scroll to Top