GERDU BAWAH RANTING Bergerak Bersama Cegah Stunting dari Akar

Ngawi – Puskesmas Widodaren, Kabupaten Ngawi, meluncurkan inovasi bertajuk GERDU BAWAH RANTING (Gerakan Peduli Balita dan Ibu Hamil Rawan Stunting) sebagai upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayahnya. Program ini hadir sebagai respons atas masih tingginya kasus stunting yang dipengaruhi berbagai faktor, tidak hanya gizi, tetapi juga kondisi sosial, ekonomi, dan perilaku masyarakat. Data menunjukkan, meskipun terjadi penurunan angka stunting dari waktu ke waktu, hasilnya belum signifikan sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif.

Berdasarkan hasil pemantauan, prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Widodaren mengalami fluktuasi, yakni 11,3 persen pada Agustus 2022, meningkat menjadi 12,3 persen pada Februari 2023, dan kembali turun menjadi 10 persen pada Agustus 2023. Meski demikian, masih ditemukan kasus stunting ekstrem yang tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga faktor lain seperti kondisi sosial ekonomi dan kesehatan keluarga. Hal ini mendorong perlunya inovasi layanan yang lebih aktif dan menyeluruh.

Melalui GERDU BAWAH RANTING, Puskesmas Widodaren menghadirkan berbagai pendekatan baru, mulai dari pemeriksaan komprehensif, konsultasi dan skrining psikologi, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) Plus Plus yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Selain itu, program ini juga menghadirkan kegiatan kelompok bermain anak, senam ibu hamil, layanan kunjungan rumah, serta pemanfaatan grup WhatsApp sebagai media komunikasi cepat antara masyarakat dan tenaga kesehatan.

Keunggulan program ini terletak pada pendekatan holistik dan proaktif yang tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi justru mendatangi langsung keluarga sasaran. GERDU BAWAH RANTING juga mengintegrasikan berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, hingga masyarakat. Dengan pendekatan berbasis komunitas ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap pencegahan stunting dapat meningkat secara signifikan.

Program yang mulai diuji coba pada April 2023 dan diimplementasikan secara penuh pada November 2023 ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata. Selain meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan, GERDU BAWAH RANTING juga bertujuan menghasilkan data yang lebih akurat serta memastikan deteksi dini dan penanganan cepat terhadap balita berisiko stunting. Melalui kolaborasi lintas sektor, program ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas di masa depan.

Scroll to Top