CETING SEMAR Sehat Sejak Remaja untuk Masa Depan Cerah

Ngawi – Puskesmas Widodaren, Kabupaten Ngawi, menghadirkan inovasi bertajuk CETING SEMAR (Cegah Anemia dan Stunting Sejak Remaja) sebagai langkah strategis dalam mengatasi tingginya kasus anemia pada remaja. Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya prevalensi anemia di Indonesia yang mencapai 72,3% berdasarkan Riskesdas 2013, serta tingginya risiko pada remaja putri yang dapat berdampak pada kualitas generasi mendatang. Anemia pada remaja tidak hanya menurunkan daya tahan tubuh dan konsentrasi belajar, tetapi juga berpotensi memicu stunting pada anak yang dilahirkan di masa depan.

Di wilayah kerja Puskesmas Widodaren, data tahun 2022 menunjukkan bahwa angka anemia pada remaja usia 10–14 tahun mencapai 15%, sedangkan usia 15–19 tahun sebesar 8,6%. Rendahnya kepatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), pola makan tidak seimbang, serta minimnya kesadaran remaja menjadi faktor utama penyebab kondisi tersebut. Selain itu, aktivitas sekolah yang padat serta kebiasaan konsumsi minuman yang menghambat penyerapan zat besi turut memperburuk kondisi anemia di kalangan remaja.

Melalui inovasi CETING SEMAR, Puskesmas Widodaren menerapkan pendekatan terpadu yang menggabungkan edukasi, aksi, dan monitoring secara berkelanjutan. Program ini meliputi kegiatan skrining kesehatan untuk mendeteksi anemia sejak dini, pendampingan bagi remaja yang mengalami anemia, serta kegiatan rutin “Selasa Sehat” berupa minum TTD bersama, sarapan sehat, dan senam. Selain itu, dibentuk pula peer counselor atau kader sebaya yang berperan aktif dalam mengedukasi dan memotivasi teman-temannya untuk menjaga kesehatan.

Tidak hanya itu, program ini juga menghadirkan berbagai kegiatan kreatif seperti lomba menu sehat dan lomba poster bertema pencegahan anemia dan stunting. Pelibatan lintas sektor seperti sekolah, orang tua, PKK, dan karang taruna menjadi kekuatan utama dalam mendorong keberhasilan program. Dengan pendekatan yang menarik dan partisipatif, remaja menjadi lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Hasilnya, inovasi CETING SEMAR menunjukkan dampak yang signifikan. Prevalensi anemia pada remaja usia 10–14 tahun menurun dari 15% menjadi 11%, sementara pada usia 15–19 tahun turun dari 8,5% menjadi 5%. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam upaya mencegah anemia dan stunting sejak usia remaja, sekaligus menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

Scroll to Top