Ngawi – Puskesmas Padas menghadirkan inovasi pelayanan farmasi dengan nama STIPO (Sistem Titip Pelayanan Obat) sebagai solusi untuk mengurangi antrean dan meningkatkan kenyamanan pasien dalam pengambilan obat. Inovasi ini dilatarbelakangi masih lamanya waktu tunggu pelayanan obat di fasilitas kesehatan, khususnya bagi pasien dengan kondisi tertentu yang tidak dapat menunggu lama. Sebagian besar pasien di Puskesmas Padas merupakan lansia dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes, yang rutin mengambil obat setiap bulan. Kondisi ini kerap menyebabkan penumpukan antrean di ruang farmasi.

Sebelum adanya STIPO, pasien harus menunggu hingga obat selesai disiapkan oleh petugas farmasi. Situasi ini seringkali menjadi kendala, terutama bagi pasien lansia atau mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan mobilitas. Akibatnya, kenyamanan pasien menjadi berkurang dan kepuasan terhadap pelayanan belum optimal.
Melalui inovasi STIPO, sistem pelayanan diubah menjadi lebih fleksibel. Pasien kini dapat menitipkan resep obat kepada petugas farmasi apabila tidak dapat menunggu. Setelah itu, petugas akan mencatat data pasien dan memberikan kartu identitas khusus yang digunakan untuk pengambilan obat di waktu yang telah disepakati. Dengan sistem ini, pasien tidak perlu menunggu lama di puskesmas dan dapat kembali mengambil obat sesuai waktu yang diinginkan. Inovasi ini juga membantu mengurangi kepadatan antrean di ruang farmasi, sehingga pelayanan menjadi lebih tertib dan efisien.
Sejak diuji coba pada tahun 2023, STIPO mulai memberikan dampak positif. Waktu tunggu pelayanan obat dapat dipangkas secara signifikan, sementara kenyamanan pasien meningkat karena mereka memiliki alternatif layanan yang lebih fleksibel. Pasien lansia yang sebelumnya harus menunggu lama kini dapat memanfaatkan sistem titip obat, sehingga lebih ringan secara fisik. Selain itu, dari sisi fasilitas kesehatan, inovasi ini membantu meningkatkan kualitas pelayanan farmasi sesuai standar yang diatur dalam Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pelayanan menjadi lebih efektif karena alur distribusi obat dapat diatur dengan lebih baik tanpa penumpukan pasien dalam satu waktu. Sosialisasi inovasi ini juga terus dilakukan melalui berbagai media, seperti pemasangan banner di puskesmas serta penyebaran informasi oleh bidan desa kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar semakin banyak pasien yang mengetahui dan memanfaatkan layanan STIPO.
Ke depan, inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi sederhana namun berdampak besar dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kefarmasian. Dengan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan pasien, Puskesmas Padas terus berupaya menghadirkan layanan yang lebih cepat, nyaman, dan berkualitas.