Dengan Kasih Tanpa Batas, PERI TERSAYANG Dampingi Pasien

Ngawi – Puskesmas Paron terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak melalui program PERI TERSAYANG (Pemeriksaan Ibu Hamil Terpadu Satu Ruang). Inovasi ini menghadirkan pelayanan antenatal care (ANC) yang lebih praktis, nyaman, dan terintegrasi dalam satu lokasi pelayanan. Program ini dilatarbelakangi meningkatnya jumlah kunjungan ibu hamil setiap tahun, baik dari wilayah Paron maupun luar daerah. Sebelumnya, pelayanan ibu hamil masih mengikuti alur pasien umum yang mengharuskan mereka berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, mulai dari poli KIA, laboratorium, poli gigi, konsultasi gizi, hingga pemeriksaan dokter. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif dan berpotensi menimbulkan kelelahan bagi ibu hamil, terutama bagi mereka yang mengalami keluhan fisik seperti mual atau lemas. Selain itu, risiko paparan penyakit juga meningkat karena ibu hamil harus berada di area pelayanan yang bercampur dengan pasien umum.

Melalui inovasi PERI TERSAYANG, sistem pelayanan diubah secara signifikan. Seluruh rangkaian pemeriksaan ibu hamil kini dilakukan dalam satu ruangan khusus di area KIA dan PONED, yang dilaksanakan setiap hari Kamis dengan kuota maksimal 25 pasien. Dalam satu kunjungan, ibu hamil dapat langsung memperoleh berbagai layanan secara terpadu, mulai dari anamnesa dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium sederhana, konsultasi gigi dan gizi, pemeriksaan dokter termasuk USG, hingga penyuluhan kesehatan dan rujukan bila diperlukan. Pendekatan ini tidak hanya mempermudah alur pelayanan, tetapi juga meningkatkan koordinasi antar tenaga kesehatan lintas profesi. Dokter, bidan, tenaga laboratorium, tenaga gizi, dan tenaga kesehatan gigi bekerja dalam satu tim pada waktu yang sama, sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan terstruktur.

Sejak diterapkan, inovasi ini menunjukkan perubahan yang signifikan. Waktu tunggu pelayanan menjadi lebih singkat, ibu hamil tidak lagi kelelahan karena berpindah tempat, serta merasa lebih aman karena tidak bercampur dengan pasien umum. Dari sisi dampak, PERI TERSAYANG berhasil meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Selain itu, risiko penularan penyakit dapat diminimalkan, dan kualitas pemeriksaan kehamilan menjadi lebih optimal karena dilakukan secara menyeluruh dalam satu waktu.

Dalam jangka panjang, inovasi ini diharapkan dapat mendukung upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui pelayanan kehamilan yang lebih berkualitas, cepat, dan aman. Dengan konsep pelayanan terpadu satu ruang, PERI TERSAYANG menjadi bukti bahwa inovasi sederhana di tingkat puskesmas mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi model pelayanan kesehatan yang dapat direplikasi di daerah lain.

Scroll to Top