Darurat Tak Menunggu: LANCAR AJE Meluncur Cepat Selamatkan Nyawa

Ngawi – Akses layanan gawat darurat yang cepat dan tepat masih menjadi tantangan di berbagai daerah, terutama karena minimnya pengetahuan masyarakat terkait nomor darurat dan prosedur penanganan kondisi kritis. Menjawab permasalahan tersebut, UPT Puskesmas Paron menghadirkan inovasi bernama LANCAR AJE (Layanan Cepat Antar dan Jemput Emergency), sebuah program pelayanan ambulans 24 jam yang dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pertolongan medis secara cepat dan tepat. Selama ini, dalam berbagai kejadian darurat seperti kecelakaan lalu lintas, komplikasi kehamilan, hingga kondisi medis yang mengancam nyawa, masyarakat kerap mengalami kebingungan dalam menentukan pihak yang harus dihubungi, sehingga tidak sedikit pasien yang terlambat mendapatkan penanganan dan berujung pada memburuknya kondisi kesehatan.

Melalui program LANCAR AJE, masyarakat kini cukup menghubungi satu nomor hotline UGD Puskesmas Paron yang aktif selama 24 jam, sehingga akses terhadap layanan ambulans menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Tim medis yang bertugas akan segera merespons laporan dan mengirimkan ambulans ke lokasi pasien untuk memberikan pertolongan awal serta melakukan penjemputan maupun pengantaran ke fasilitas kesehatan rujukan. Layanan ini mencakup berbagai kondisi kegawatdaruratan, mulai dari kehamilan, persalinan, dan nifas, kegawatdaruratan bayi baru lahir (neonatus), kecelakaan lalu lintas, kejadian luar biasa, hingga penanganan kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan kriteria tertentu, serta layanan ambulans jenazah. Seluruh layanan diberikan tanpa diskriminasi kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Paron, dengan ketentuan pasien BPJS mendapatkan layanan secara gratis, sementara pasien umum dikenakan tarif sesuai peraturan daerah.

Dari sisi operasional, inovasi ini didukung oleh tim UGD yang terlatih dan siaga selama 24 jam, serta armada ambulans yang telah dilengkapi dengan peralatan medis standar untuk penanganan kegawatdaruratan. Bahkan, setelah panggilan diterima, ambulans ditargetkan dapat berangkat maksimal dalam waktu lima menit selama dalam kondisi siap pakai, sehingga dapat memaksimalkan penanganan pada masa “golden time” pasien. Selain itu, Puskesmas Paron juga aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai media, seperti media sosial, leaflet, dan koordinasi dengan perangkat desa, guna meningkatkan literasi masyarakat terkait pentingnya respon cepat dalam kondisi darurat.

Hadirnya LANCAR AJE tidak hanya meningkatkan akses layanan kesehatan, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan ambulans yang sebelumnya belum digunakan secara maksimal serta memperkuat koordinasi antara puskesmas dengan fasilitas kesehatan rujukan. Ke depan, program ini direncanakan akan terus dikembangkan melalui integrasi dengan layanan PSC 119, penambahan armada ambulans, serta pengembangan sistem berbasis digital untuk mempermudah akses masyarakat. Dengan demikian, inovasi ini tidak sekadar menjadi layanan ambulans, tetapi juga merupakan transformasi pelayanan gawat darurat berbasis respon cepat, yang diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pasien sekaligus menjadi contoh bagi puskesmas lain dalam menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, cepat, dan terjangkau.

Scroll to Top