PASRAH, Gerakan Siswa SMPN 2 Paron Ubah Sampah Jadi Sumber Daya Bernilai

Ngawi – Permasalahan sampah yang semakin kompleks mendorong lahirnya berbagai inovasi berbasis lingkungan, termasuk dari dunia pendidikan. SMPN 2 Paron Kabupaten Ngawi menghadirkan terobosan melalui inovasi PASRAH (Pasukan Ramah Sampah), sebuah gerakan pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan seluruh warga sekolah.

Inovasi yang digagas oleh Afriza Ainur Rif’an, S.Pd. ini mulai diimplementasikan pada tahun 2024 sebagai respons atas rendahnya kesadaran pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Sebelum adanya program ini, sebagian warga sekolah masih cenderung acuh terhadap sampah, padahal sebagai sekolah Adiwiyata, pengelolaan lingkungan menjadi aspek penting yang harus diwujudkan.

Melalui PASRAH, pola pengelolaan sampah di sekolah diubah secara sistematis dan terstruktur. Program ini diawali dengan tahap perencanaan melalui identifikasi kebutuhan dan pembentukan tim pengelola sampah yang terdiri dari guru, siswa, serta tenaga kependidikan. Selanjutnya, dibentuk kelompok kerja (pokja) dengan pembagian tugas yang jelas agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diajak membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga belajar memilah sampah organik dan non-organik, serta mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat. Sampah organik diolah menjadi kompos dan pupuk, sementara sampah non-organik dimanfaatkan kembali atau didaur ulang. Kegiatan ini juga disertai dengan edukasi berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.

Hasilnya, inovasi PASRAH mampu memberikan dampak yang signifikan. Jumlah sampah di sekolah berhasil berkurang hingga 30 persen, sementara sekitar 20 persen sampah dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber daya. Selain itu, biaya pengelolaan sampah juga menurun hingga 25 persen, menunjukkan efisiensi yang dihasilkan dari sistem yang diterapkan.

Tidak hanya dari sisi lingkungan, dampak positif juga terlihat pada perubahan perilaku warga sekolah. Tingkat kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah meningkat hingga 40 persen, yang berimbas pada terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman. Bahkan, kualitas lingkungan di sekitar sekolah dilaporkan meningkat hingga 35 persen setelah inovasi ini berjalan.

Secara lebih luas, PASRAH juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi. Program ini mendorong partisipasi aktif masyarakat serta membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber pendapatan, khususnya dari hasil daur ulang. Selain itu, inovasi ini turut mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan pencemaran lingkungan.

Keberhasilan PASRAH menjadikan SMPN 2 Paron sebagai salah satu contoh sekolah yang berhasil mengimplementasikan pendidikan lingkungan hidup secara nyata. Inovasi ini bahkan telah direplikasi di beberapa daerah lain seperti Trenggalek, Bangkalan, dan Magetan sebagai model pengelolaan sampah berbasis sekolah.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, PASRAH membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan sekolah. Melalui edukasi dan aksi nyata, generasi muda tidak hanya menjadi lebih peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Scroll to Top