Diabetes Tak Lagi Sendiri: Lantas EGO-DM Hadirkan Konsultasi Gizi Online

Ngawi – Lonjakan kasus Diabetes Mellitus (DM) mendorong RSUD dr. Soeroto Ngawi menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan berbasis digital dengan nama “Lantas EGO-DM” (Pelayanan Konsultasi dan Edukasi Gizi Online-Diabetes Mellitus). Inovasi ini menjadi solusi atas keterbatasan layanan edukasi konvensional sekaligus menjawab kebutuhan pasien akan pendampingan berkelanjutan. Berdasarkan data internal rumah sakit, jumlah kunjungan pasien DM terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap. Kondisi ini menunjukkan bahwa DM tidak hanya menjadi persoalan medis, tetapi juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat serta beban ekonomi yang semakin besar. Melalui inovasi Lantas EGO-DM, pelayanan kesehatan kini tidak lagi terbatas pada ruang rumah sakit. Instalasi gizi menghadirkan layanan konsultasi dan edukasi berbasis digital yang memungkinkan pasien tetap mendapatkan pendampingan meskipun telah kembali ke rumah.

Salah satu bentuk implementasi inovasi ini adalah pembentukan grup WhatsApp khusus bagi pasien DM. Grup ini menjadi ruang interaksi antara pasien dan tenaga gizi untuk berkonsultasi kapan saja terkait pola makan, pengelolaan gula darah, hingga gaya hidup sehat. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kedekatan antara tenaga kesehatan dan pasien. Selain itu, inovasi ini juga dikembangkan dalam bentuk aplikasi digital Lantas EGO-DM yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Aplikasi tersebut menyediakan berbagai fitur edukatif, seperti informasi gizi, contoh menu sehat, pengingat kontrol kesehatan, serta layanan konsultasi daring dengan tenaga ahli gizi. Tidak hanya berbasis digital, program ini juga mengedepankan pendekatan kolaboratif melalui kegiatan senam diabetes yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan serta komunitas Persatuan Diabetes Indonesia sebagai bentuk dukungan sosial bagi pasien dalam menjalani pola hidup sehat.

Inovasi Lantas EGO-DM membawa perubahan signifikan dibandingkan metode sebelumnya. Jika sebelumnya edukasi hanya diberikan saat pasien datang ke rumah sakit dengan waktu terbatas, kini pasien dapat mengakses informasi dan konsultasi secara berkelanjutan tanpa terikat waktu dan tempat. Keunggulan utama inovasi ini terletak pada kemudahan akses, kontinuitas edukasi, serta integrasi lintas profesi kesehatan. Dengan adanya pendampingan yang berkesinambungan, pasien diharapkan lebih disiplin dalam menjalankan pola hidup sehat sehingga risiko komplikasi dapat ditekan. 

Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya terkait pengelolaan penyakit kronis. Edukasi yang tepat dinilai mampu membantu pasien memahami perjalanan penyakit, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Ke depan, Lantas EGO-DM diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas jangkauannya, tidak hanya bagi pasien rawat inap, tetapi juga masyarakat umum. Inovasi ini bahkan berpotensi menjadi model layanan kesehatan digital yang dapat direplikasi di berbagai daerah dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular di Indonesia.

Scroll to Top