Kampung Kue SEHATI, Cara Unik Kelurahan Pelem Hidupkan UMKM dan Jajanan Tradisional

Ngawi – Suasana berbeda tampak di halaman Kelurahan Pelem setiap datangnya Jumat Legi. Deretan lapak penuh aneka jajanan tradisional menggoda selera, mulai dari kue basah hingga camilan khas desa. Semua itu merupakan bagian dari inovasi Kampung Kue SEHATI (Sehat, Higienis, dan Bergizi) yang kini mulai jadi perbincangan warga. Program ini lahir dari potensi lokal yang sebenarnya sudah lama ada. Banyak warga Pelem yang pandai membuat kue tradisional, tapi sebelumnya belum punya tempat tetap untuk berjualan. Akibatnya, pemasaran kurang maksimal dan penghasilan pun belum stabil. Melihat peluang tersebut, pihak kelurahan bersama warga akhirnya menggagas Kampung Kue SEHATI sebagai wadah bersama. Konsepnya sederhana tapi berdampak besar: menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM untuk menjual produk mereka secara rutin, sekaligus mengangkat kembali jajanan tradisional agar tidak kalah dengan makanan modern.

Menariknya, kegiatan ini tidak digelar setiap hari, melainkan khusus saat Jumat Legi. Pemilihan hari pasaran Jawa ini bukan tanpa alasan. Selain memiliki nilai budaya, momen tersebut juga diyakini membawa keberkahan dan daya tarik tersendiri bagi pembeli. Sejak diuji coba, Kampung Kue SEHATI langsung mendapat respon positif. Warga tidak hanya datang untuk belanja, tapi juga sekadar bersilaturahmi. Interaksi sosial pun semakin hidup, menciptakan suasana guyub rukun yang mulai jarang ditemui di tengah kesibukan modern.

Dari sisi ekonomi, dampaknya juga mulai terasa. Banyak pelaku UMKM mengaku pendapatannya meningkat karena kini memiliki pasar tetap. Bahkan, beberapa di antaranya mulai berani mengembangkan usaha dengan variasi produk baru. Tak hanya itu, Kampung Kue SEHATI juga membawa manfaat lain, seperti membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, terutama ibu rumah tangga dan pemuda. Produk-produk yang dijual pun didorong untuk tetap memperhatikan aspek kesehatan, kebersihan, dan gizi, sesuai dengan konsep SEHATI. Dari sisi budaya, kegiatan ini ikut melestarikan jajanan pasar yang mulai tergerus zaman. Kue-kue tradisional yang dulu hanya muncul saat acara tertentu, kini kembali hadir dan dinikmati berbagai kalangan.

Dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari RT, RW, tokoh masyarakat hingga pemerintah kelurahan, inovasi ini terus berkembang. Bahkan, Kampung Kue SEHATI sudah mulai dilirik untuk direplikasi di daerah lain sebagai contoh pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Ke depan, Kelurahan Pelem berharap program ini tidak hanya menjadi pasar kue biasa, tapi juga ikon wisata kuliner lokal di Kabupaten Ngawi. Sebuah langkah sederhana, namun mampu menggerakkan ekonomi, mempererat sosial, dan menjaga budaya tetap hidup.

Scroll to Top